• News

  • Bisnis

Dibagi Dua Wilayah, Ini Tarif Atas dan Bawah Taksi Onlie Terbaru yang Diputuskan Kemenhub

Ilustrasi Taksi Online
Istimewa
Ilustrasi Taksi Online

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perhubungan memaparkan tarif batas atas dan batas bawah taksi daring berbasis aplikasi masih mengacu pada Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 meskipun revisi peraturan tersebut telah diumumkan pada Kamis (19/10/2017)

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, mengatakan batas tarif baru taksi online akan dibagi sesuai zonasi wilayah. Dari 35 provinsi, akan ada 2 jenis tarif yang diberlakukan yaitu tarif wilayah 1 dan wilayah 2.

"Supaya tarifnya tak terlalu bervariasi, mungkin kita akan tetapkan wilayah 1 dan wilayah 2," kata Sugihardjo, Jumat, (20/10/2017).

Wilayah satu terdiri dari Jawa, Sumatera dan Bali, sedangkan wilayah 2 terdiri dari Kalimantan, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Angkutan dan Multi Moda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana, mengungkapkan rencana tarif yang akan diterapkan pertama, untuk wilayah 1 akan dipatok tarif batas bawah sebesar Rp 3.500 per kilo meter (Km) dan batas atas Rp 6.000 per Km. 

"Wilayah 2 Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi tarif batas bawah Rp 3.700 batas atas Rp 6.500," kata Cucu.

Cucu menjelaskan revisi PM Nomor 26 Tahun 2017 yang antara lain mengatur tarif batas atas dan batas bawah tersebut berlaku efektif mulai 1 November 2017 sampai ada evaluasi selanjutnya dari Kementerian Perhubungan serta pihak terkait.

Rumusan Revisi PM 26 Tahun 2017 meliputi sembilan aspek, yakni Argometer Taksi, Tarif, Wilayah Operasi, Kuota/Perencanaan Kebutuhan, Persyaratan Minimal Lima Kendaraan, Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor, Domisili TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) Kendaraan Bermotor, dan Peran Aplikator.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin