• News

  • Bisnis

Tarif Atas dan Bawah Taksi Online Telah Ditentukan, Ini Harapan Kemenhub

Menhub Budi Karya Sumadi
Sentana News
Menhub Budi Karya Sumadi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan tarif batas atas dan batas bawah taksi daring berbasis aplikasi masih mengacu pada Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 meskipun revisi peraturan tersebut telah diumumkan pada Kamis (19/10/2017). Aturan ini akan mulai diberlakukan pada 1 November mendatang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berharap dengan keluarnya peraturan baru tersebut tidak akan terjadi lagi ketegangan antara taksi online dengan konvensional di lapangan.

"Saya mewakili pemerintah mengimbau kepada stakeholder, kepada para pengemudi untuk coba camkan baik-baik apa yang kita atur dalam pasal-pasal tersebut. Apabila para stakeholder dan para pengemudi mempelajari dengan cermat, maka tidak ada hal yang merugikan bagi pihak-pihak tersebut," kata Menteri Budi Karya Sumadi, di Kantornya, Jumat (20/10/2017).

Budi Karya juga mengimbau agar taksi online dan konvensional selalu menjalin komunikasi yang baik. Dia mencontohkan, perusahaan taksi Blue Bird dan penyedia aplikasi Go-Jek yang telah melakukan kerja sama baru-baru ini.

Sebelumnya, sembilan (9) poin yang direvisi dalam PM No 26 tersebut. 9 poin tersebut dibacakan oleh Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Hindro Surahmat.

"Kami menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan rumusan rancangan permen. Ada sembilan poin yaitu argo meter taksi bisa menggunakan argo meter atau aplikasi, pelayanan dengan aplikasi sesuai tarif (pengaturan tarif) berdasarkan kesepakatan pengguna jasa berdasarkan aplikasi sesuai dengan batas atas dan bawah untuk angkutan sewa khusus, tarif ini atas usul BPJT atau gubernur sesuai dengan kewenangannya. Usulan tarif terlebih dahulu ada pembahasan," kata Hindro.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin