• News

  • Bisnis

OJK Cabut Izin Usaha Brent Securities Atas 5 Pelanggaran Ini

OJK cabut izin usaha Brent Securities atas 5 pelanggaran.
Pilihkartu
OJK cabut izin usaha Brent Securities atas 5 pelanggaran.

JAKARTA, NNC - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) telah mencabut izin usaha sebagai perusahaan efek milik PT Brent Securities yang secara efektif berlaku pada 13 Februari 2018. Demikian diumumkan oleh Fakhri Hilmi, Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar I OJK dalam keterangan resminya, Selasa (13/2/2018). 

Menurutnya, pencabutan izin usaha tersebut atas dasar beberapa bentuk pelanggaran yang dilakukan Brent Securities dan dalam rangka memberikan efek jera bagi pelaku industri jasa keuangan.

Brent Securities terbukti melanggar beberapa ketentuan di bidang pasar modal. Pertama, perusahaan sekuritas ini, bertindak selaku kustodian, telah memindahkan saham PT Kawasan Industri JababekaTbk (KIJA) dari rekening efek nasabah atas nama Sophie Soelaiman tanpa izin pemiliknya.

Pelanggaran yang kedua, Brent Securities tidak melakukan konfirmasi atas adanya mutasi saham dalam rekening efek Sophie Soelaiman dalam periode Februari 2010 hingga Mei 2014.

Brent Securities tidak menyampaikan laporan rekening efek yang memuat posisi portofolio efek setiap bulan kepada Sophie Soelaiman. Hal ini merupakan bentuk pelanggaran ketiga yang ditemukan OJK.

Lalu, yang keempat adalah tidak melakukan pencatatan atas seluruh transaksi harian sesuai standar akuntasi keuangan yang berlaku yaitu berupa tidak ada informasi pendapatan komisi yang dicatat atas aktivitas penjualan MTN PT Trinisyah Ersa Pratama dalam laporan keuangan Desember 2013.

Selain itu, pada laporan keuangan periode tersebut tidak ada penyajiannya rekening bank Brent Securities dan di laporan MKBD pada periode dilakukannya transfer dana atas pendapatan komisi penjualan MTN tersebut.

Adapun, pelanggaran yang terakhir yang mendorong OJK cabut izin usaha Brent Securities adalah ketidakmampuan perusahaan untuk menjaga kecukupan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minimal Rp25 miliar.

Bahkan, posisi MKBD Brent Securities negatif selama peridoe 7 November 2013 hingga 17 Juni 2015.

"Dengan demikian, Brent Securities gagal memenuhi nilai minimum MKBD lebih dari 30 hari kerja berturut-turut dan lebih dari 60 hari kerja dalam periode 12 bulan terakhir," jelasnya.

Fakhri menegaskan, dengan dicabutnya izin Perusahaan Efek tersebut, maka Brent Securities dilarang melakukan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek.

Tak hanya izin usaha, OJK juga telah mencabut izin perseorangan sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) dan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) atas nama Yandi S Gondoprawiro yang saat itu merupakan Direktur Utama di perusahaan efek tersebut.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Sulha Handayani