• News

  • Bisnis

Transportasi Daring, Menhub: Aplikator Bersedia Ubah Status Hubungan Kerja Driver

 Ribuan pengemudi ojek daring memadati kawasan Bundaran Patung Kuda saat akan berunjuk rasa menujuk Istana Merdeka.
NNC/Anhar Rizki Affandi
Ribuan pengemudi ojek daring memadati kawasan Bundaran Patung Kuda saat akan berunjuk rasa menujuk Istana Merdeka.

JAKARTA, NNC - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menegaskan kalau aplikator mau mengikuti aturan terkait status perusahaan pada jasa transportasi. Nantinya, hal itu mampu mengubah hubungan kerja driver dengan aplikasi online.

"Jadi kita menerima masukan-masukan tersebut dan kita konsisten ingin menjadikan aplikator itu menjadi perusahaan transportasi. Itu sudah dibahas kita bertiga dan semua setuju. Tahapannya Kemenhub sudah finalisasi dan dua hari ke depan akan bertemu stakeholder untuk bahas serta semoga terlaksana," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Budi menambahkan aturan lain terkait keselamatan penumpang belum sepenuhnya diterima."Syarat keselamatan itu ada yang menolak. Kita ingin konsisten menjadikan keselamatan penumpang itu tetap dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan," kata dia.

Terakhir, kata Budi, Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, masih tetap menjadi payung hukum untuk implementasi.

“PM 108 jadi satu-satunya payung hukum untuk memberikan legitimasi kepada mereka. Tidak ada pencabutan, pembatalan atau penundaan," tutup dia.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Lince Eppang