• News

  • Bisnis

Begini Kritikan Indef soal Kebijakan Impor Pangan Pemerintah

 Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menjelaskan, pemerintah terlalu mengambil kebijakan terkait impor tak efektif.
TNews
Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menjelaskan, pemerintah terlalu mengambil kebijakan terkait impor tak efektif.

JAKARTA, NNC - Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) mengungkapkan, kebijakan impor pangan pemerintah mampu mengurangi defisit neraca perdagangan. Hal itu otomatis bakal berdampak pada devisa negara.

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menjelaskan, pemerintah terlalu mengambil kebijakan tak efektif. Apalagi, sejak sebelas tahun silam sektor pertanian mengalami defisit neraca perdagangan.

"Sektor pertanian membuang devisa negara. Kebijakan impor ini tidak memberikan dampak output sektoral maupun komoditi dari industri pengolahan tersebut," ujar Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Ahmad menambahkan, neraca perdagangan Indonesia masih negatif trennya. Dimana daya saing dari komoditas ekspor Indonesia lemah. Kalau tarik di hulunya. "Maka daya saing turun dan industri produktivitas tidak baik sehingga cenderung akan naik ketergantungan impor itu terbukti dimana daya saing barang-barang domestik itu lemah," tuturnya.

Terakhir, kata dia, Indef mencatat lebih dari 60 persen bahan baku industri makanan pun harus dipenuhi dari impor. Ditambah sejauh ini, pemerintah terus mendorong ketersediaan beras guna menjamin masyarakat menikmati beras dengan harga murah.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Lince Eppang