• News

  • Bisnis

Musibah KM Sinar Bangun, Kemenhub Bagi 5.000 Pelampung hingga Renovasi Dermaga

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
NNC/Anhar Rizki Affandi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA, NNC - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan telah menetapkan berbagai langkah pasca kecelakaan KM Sinar Bangun 5 yang terjadi di Perairan Danau Toba yang terjadi beberapa hari lalu. 

Langkah tersebut antara lain berupaya maksimal cari korban hilang, reformasi peraturan yang berlaku, dan investigasi pihak-pihak terkait bila ada suatu pelanggaran.

Budi Karya menjelaskan, penanganan pasca kecelakaan yang dilakukan saat ini adalah akan dilakukan peningkatan kualitas keselamatan seluruh operator kapal motor pelayaran di Danau Toba, pemberian 5.000 life jacket dari Kementerian Perhubungan kepada operator kapal motor, melakukan audit keselamatan terhadap semua kapal yang beroperasi di Danau Toba

"Selain itu akan dilakukan renovasi kualitas dermaga dan infrastruktur pada 5 dermaga di Danau Toba yaitu di Dermaga Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras, dan Muara," tegasnya di Jakarta, Rabu (20/6/2018) malam.

Lebih lanjut, ia mengatakan, seiring terjadinya kecelakaan tersebut, saat ini kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba belum diperbolehkan berlayar. Hanya Kapal Roro Sumut 1 dan Sumut 2 yang diizinkan tetap beroperasi.

“Kapal belum diperbolehkan berlayar sampai dengan aspek keselamatan terpenuhi. Kecuali Roro Sumut 1 dan Sumut 2 untuk kegunaan pertolongan,” jelasnya.

Pemerintah beserta stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sudah melakukan pembagian tugas dengan membentuk beberapa tim untuk menangani kecelakaan ini.

Tim-tim ini antara lain adalah tim pendaftaran orang hilang yang terindikasi sebagai penumpang, tim pencarian dan pertolongan, tim pencari fakta penyebab kecelakan, tim penanganan korban yang meninggal dunia maupun selamat, tim pemulangan korban, dan tim media center.

“Saya sampaikan kami ada beberapa tim, diantaranya ada tim pencarian itu dibawah Basarnas, tim penelusuran itu dibawah KNKT. Ketua KNKT masih di sana, besok saya akan temui dan kita akan diskusi lebih detail,” kata Budi Karya dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan.

Penanganan kasus kecelakaan KM Sinar Bangun 5 akan dilakukan selama 7 hari, dan akan ditambahkan 3 hari lagi jika memang masih dirasa kurang cukup. Di lokasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun sudah menyiapkan dapur umum.

 

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin