• News

  • Bisnis

Ini Tugas BKI Soal Kapal-kapal di Objek Wisata

Direktur Utama BKI Rudiyanto saat diajak foto bersama stakeholders BKI.
NNC/Martina Prianti
Direktur Utama BKI Rudiyanto saat diajak foto bersama stakeholders BKI.

JAKARTA, NNC - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mendapatkan penugasan khusus dari Kementerian Perhubungan menyusul peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.

Direktur Utama BKI, Rudiyanto mengatakan pihaknya bersama tim adhoc yang dibentuk Kementerian Perhubungan, untuk melakukan investigasi dan memberikan saran pencegahan agar kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"BKI juga diminta untuk membantu membuatkan simulasi dan standard kapal yang memenuhi kriteria safety-nya," kata Rudiyanto disela acara peringatan HUT BKI ke-54, Senin (2/7/2018).

Lebih lanjut, Rudiyanto menjelaskan daerah objek wisata yang dimaksud seperti Bali dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur). Terkait hal itu, ia menyampaikan BKI siap memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat dan juga pelaku penyedia kapal-kapal di objek wisata mengenai safety bidang maritime.

Safety dimaksud antara lain termasuk soal penggunaan life jacket atau rompi keselamatan yang mesti tersedia di kapal. Life jacket mesti sesuai standar keselamatan pelayaran. "Life jacket itu antara lain harus memiliki lampu yang tahan air, pluit, dan daya apung," imbuhnya.

Terkait penggunaan life jacket yang sesuai standar, disampaikan pada Minggu (26/6/2018) BKI memberikan bantuan life jacket sebanyak 350 buah untuk kebutuhan operasional pelayaran di sekitar Danau Toba. Life jacket yang dilakukan oleh Direktur Operasi BKI, Mohamad Cholil itu merupakan rompi keselamatan yang sesuai standar keselamatan pelayaran internasional atau biasa dikenal dengan SOLAS (Safety of Life at Sea).

Bantuan life jacket tersebut, nantinya akan tersedia di dermaga-dermaga yang berada di kawasan Danau Toba antara lain  Pelabuhan Muara, Pelabuhan Balige, Pelabuhan Aji Bata, dan Pelabuhan Prapat Danau Toba.

Reporter : Martina Prianti
Editor : Lince Eppang