• News

  • Bisnis

Kurangi Kemacetan Tol Japek, Kemenhub Siapkan Rekayasa Jalan

Kemacetan di tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Istimewa
Kemacetan di tol Jakarta-Cikampek (Japek).

JAKARTA, NNC - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan upaya penanganan kemacetan lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek ( Japek). Dikarenakan adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek, seperti pembangunan tol layang (elevated), Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu lintas di jalan tol tersebut.

"Hari ini telah dilaksanakan rapat koordinasi terpadu untuk menyiapkan rencana aksi penanganan kemacetan lalin di Tol Jakarta-Cikampek yang dipimpin Dirjen Perhubungan Darat. Rapat tersebut dihadiri beberapa stakeholder seperti: Dirjen Bina Marga, Kepala BPJT, Kepala BPTJ, Direktur Utama PT Jasa Marga, perwakilan dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Korlantas, Badan Usaha Jalan Tol, Tim Supervisi Manajemen Konstruksi, dan Kontraktor Pelaksana Proyek Strategis Nasional," ujar Kepala Komunikasi Kemenhub Hengki dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Hengki mengatakan, Dirjen Perhubungan Darat beserta jajaran telah mengadakan rapat awal, membahas tiga langkah utama penanganan kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. Tiga langkah tersebut: Penanganan dan dampak Over Dimension and Over Load (ODOL), Evaluasi paket kebijakan penanganan lalu lintas, dan Operasional mobil angkutan barang.

"Ketiga langkah ini yang kemudian di bahas lebih dalam pada rapat koordinasi terpadu hari ini," ungkap Hengki. Lebih lanjut Hengki mengungkapkan, beberapa langkah yang akan disiapkan pemerintah sebagaimana hasil dari rapat terpadu tersebut yaitu melakukan beberapa rekayasa jalan.

"Pertama, melakukan rekayasa lalu lintas. Diantaranya, pengaturan operasional angkutan barang dari pukul 05.00 Pagi sampai dengan pukul 10.00 WIB, penambahan area pemberlakuan aturan ganjil genap di Gerbang Tol Tambun dengan kompensasi penyediaan Bus Transjabodetabek Premium, dan pengetatan aturan penggunaan lajur tol, misalnya, lajur 1 dan 2 diperuntukan untuk bus dan truk dengan golongan III s.d V, sementara lajur 3 dan 4 diperuntukkan untuk kendaraan golongan I dan II," katanya.

Lalu, langkah kedua yakni penindakan terhadap Truk ODOL yang melintas di tol Jakarta-Cikampek, berupa penambahan frekuensi operasi pengawasan terhadap truk ODOL, penilangan, penurunan muatan dan pengeluaran dari jalan tol terhadap truk yang diketahui kelebihan muatan/ODOL dengan biaya dibebankan kepada operator truk atau pemilik barang.

"Untuk membantu pengawasan akan dipasang alat Weight in Motion (WIM) di Gerbang Tol untuk mendeteksi suatu kendaraan yang kelebihan muatan. Pengawasan juga dilakukan terhadap kendaraan truk yang berhenti di pinggir jalan ruas tol JORR E2 dan akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraannya," jelasnya.

Langkah ketiga, sosialisasi kepada masyarakat terkait waktu pengerjaan proyek. Sosialisasi akan dilakukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Konsultan ini bertugas mengintegrasikan kegiatan pekerjaan, metode pelaksanaan pekerjaan, mengkomunikasikan kegiatan yang berisiko mengganggu lalu lintas seperti mobilisasi material, alat berat, dan girder jembatan.

"Tentunya hasil rapat ini akan didiskusikan dengan berbagai pihak seperti: pengamat, akademisi dan perwakilan masyarakat. Untuk penjelasan secara lengkap terkait hasil rapat terpadu penangan kemacetan Tol Jakarta-Cikampek akan disampaikan pada hari Rabu mendatang," tandasnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian