• News

  • Bisnis

Kemendes PDTT Ungkap Cara Pembangunan Wisata Daerah Tertinggal

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo.
Kemendes
Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo.

SUMBA, NETRALNEWS.COM - Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) Samsul Widodo mengatakan, saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019. Sebanyak 122 daerah tertinggal tersebut tersebar di 24 provinsi.

Sistem digital lantas menjadi salah satu upaya percepatan pembangunan pariwisata di daerah tertinggal yang inovatif. Hal ini bisa dilakukan mengingat perkembangan digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan.

"Sistem digital mampu mempercepat pembangunan daerah pariwisata daerah tertinggal. Terlebih perkembangan digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan," kata Samsul, baru-baru ini.

Dicontohkan Samsul, daerah tertinggal sebagai salah satu dari 24 provinsi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Samsul katakan, NTT merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. 

Sesuai dengan data BPS, NTT memiliki 443 destinasi wisata yang dipecah dalam daya tarik pariwisata alam, budaya, minat khusus dan buatan. Sedangkan jika dilihat dari Data Podes 2018, NTT memiliki jumlah 920 objek wisata. 

Potensi besar pariwisata di NTT menjadi salah satu jalan dalam upaya mengentaskan ketertinggalan disana. Selama 7 tahun terakhir, wisatawan domestik dan mancanegara yang telah datang di NTT adalah sebanyak 3,6 juta orang. 

"Angka ini diharapkan akan dapat terus naik seiring dengan upaya pembangunan pariwisata yang saat ini tengah dilakukan, salah satunya adalah promosi melalui sistem digital," harap Samsul.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian