• News

  • Bisnis

Phapros Alokasikan 70 Persen Laba Bersih 2019 untuk Dividen ke Pemegang Saham

Pabrik obat PT Phapros Tbk di Semarang, Jawa Tengah.
mapio
Pabrik obat PT Phapros Tbk di Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COMPT Phapros Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2019 di kantornya yang terletak di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2020).

Dalam RUPS ini disepakati pembagian dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih tahun 2019 atau setara dengan Rp71,4 miliar (Rp 85,03/saham) kepada pemegang saham. 

Selain itu, pada RUPS tahun ini pemegang saham dan kuasa pemegang saham juga menyepakati untuk memberhentikan dengan hormat disertai penghargaan setinggi-tingginya, Fasli Jalal selaku Komisaris Independen dan Barokah Sri Utami selaku Direktur Utama, serta mengangkat

Brigjen TNI (Purn) Jajang Edi Priyatno sebagai Komisaris Independen dan Hadi Kardoko sebagai Direktur Utama. 

Sehingga, susunan Dewan Komisaris, yaitu Verdi Budidarmo (Komisaris Utama), Masrizal Achmad Syarief (Komisaris), Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno (Komisaris Independen), dan Zainal Abidin (Komisaris Independen).

Sedangkan, susuna Direksi perseroan, yaitu Hadi Kardoko (Direktur Utama), Heru Marsono (Direktur Keuangan), Chairani Harahap (Direktur Pemasaran), dan Syamsul Huda (Direktur Produksi).

Selain itu, dalam rapat tersebut, manajemen dari anak usaha PT Kimia Farma Tbk ini memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2019. Tahun 2019 lalu Phapros berhasil meningkatkan kinerja penjualannya 88 persen atau Rp1,1 triliun.

Direktur Keuangan Phapros Heru Marsono mengatakan peningkatan penjualan Phapros pada tahun 2019 didominasi oleh segmen obat generik berlogo (OGB) yang naik sebesar 8,5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp537,48 miliar. 

“Kemudian, disusul oleh produk obat resep dokter bermerek atau etikal yang naik sebesar 12% atau Rp289,88 miliar, dan produk obat jual bebas atau over the counter (OTC) yang tumbuh sebesar 17% atau Rp212,57 miliar,” ujarnya, dalam keterangan tertulis terkait RUPS Tahunan tersebut.

 

Sementara itu, total aset yang dimiliki Phapros tahun lalu sebesar Rp2,1 triliun bertumbuh dari tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Total liabilitas emiten berkode saham PEHA ini juga naik 18,51% menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp1,08 triliun. Ekuitas Phapros mencapai Rp821,61 miliar, naik 4,03% dari sebelumnya Rp789,8 miliar.

Untuk terus meningkatkan performanya, tahun ini Phapros menyiapkan berbagai rencana strategis. Di antaranya adalah dengan meningkatkan produksi 1 juta boks multivitamin merek Becefort, satu-satunya produk di Indonesia yang memiliki kandungan kombinasi vitamin C dosis tinggi dan vitamin E, menyusul kenaikan permintaan di tengah pandemik virus corona atau Covid19, serta meluncurkan produk biologi untuk anti aging berbahan dasar sekret metabolit stem-cell yang merupakan hasil hilirisasi riset dengan Universitas Airlangga, Surabaya.

“Ini merupakan salah satu dukungan Phapros terhadap hilirisasi riset. Dalam mengembangkan produk ini, Phapros juga telah mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti sebesar Rp20,2 miliar sejak 2017. Sehingga, diharapkan semester dua tahun ini sudah siap diproduksi” ujar Syamsul Huda, Direktur Produksi perseroan.

 

Editor : Irawan.H.P