• News

  • Bisnis

Fadel Muhammad: Program CSR Swasta dan BUMN Berdampak Positif Besar saat Pandemi

Fadel Muhammad.
dpr.go.id
Fadel Muhammad.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keberadaan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  bukan hanya sekadar mengejar keuntungan. Dalam kenyataannya, perusahaan harus mampu menyelaraskan keuntungan, hubungan sosial masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.

Program corporate social responsibility (CSR) dan Program Kerja Bina Lingkungan (PKBL) menjadi jalan untuk mencapai proses bisnis yang seimbang itu.

Melihat pentingnya peranan CSR dan PKBL dalam suatu badan usaha, Warta Ekonomi menggelar Indonesia CSR PKBL Award 2020. Penghargaan tersebut diberikan perusahaan swasta dan BUMN yang telah berhasil melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sangat baik.

“Kami dari Warta Ekonomi memilih tema Prosperity, Humanity, and Sustainability. Ketiga ini merupakan harapan yang terus-menerus ada  diperusahaan-perusahaan,” ucap Presiden Komisaris dan Founder Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, dalam “Indonesia CSR PKBL Award 2020” yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Dari kajian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi, lanjut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era SBY ini, terlihat ada peningkatan manfaat yang cukup baik dari pelaku usaha, baik swasta (melalui CSR) dan BUMN (melalui PKBL).

Ia pun mengajak pelaku usaha untuk terus menjaga mandat Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

“Semoga ini bermanfaat dan terus menimbulkan motivasi agar CSR dan PKBL pada masa yang akan datang dapat meningkat dibandingkan dengan masa-masa yang lalu,” kata Fadel dalam keterangan tertulisnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P Batubara, menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 makin menyadarkan bahwa masih banyak masalah sosial yang mesti dibenahi, mulai dari sisi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga persoalan lingkungan, dan lain sebagainya.

Ia menyebut, pembangunan kesejahteraan sosial harus tetap dilanjutkan tanpa melanggar protokol kesehatan dan batasan yang ada. Dikatakan, Kementerian Sosial dan jajaran pemerintah tak bisa bergerak sendiri. Perlu adanya dukungan lembaga, baik korporasi atau pengusaha yang peduli dengan melakukan gerakan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya mengingatkan bahwa program CSR dan PKBL yang ada, sejatinya dapat disinergikan dengan program pemeritah, khususnya program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Mensos menambahkan, pemerintah khususnya Kementerian Sosial, dengan senang hati dan dengan tangan terbuka, sangat antusias untuk melakukan diskusi bersama, serta merumuskan sinergi dan kolaborasi CSR untuk membantu pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

“Patut diamini bahwa kerja sama sinergis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci sukses pembangunan di Indonesia, khususnya dibidang kesejahteraan sosial,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam menentukan pemenang bagi perusahaan swasta dan perusahaan BUMN untuk Indonesia CSR PKBL Award 2020, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan metode desk research deskriptif kuantitatif dengan menganalisis berbagai laporan yang dipublikasi oleh perusahaan.

Bagi CSR perusahaan swasta, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan tiga indikator utama, yaitu Corporate Financial Performance (CFP), Social Performance, dan Environmental Performance yang masing-masing memiliki beberapa sub indikator penilaian. Sementara bagi PKBL perusahaan BUMN, tim peneliti Warta Ekonomi menilai dua indikator utama, yaitu performa Program Kemitraan dan performa Bina Lingkungan yang dilaksanakan.

Berdasarkan kajian dan penilaian yang telah dilakukan, tim peneliti Warta Ekonomi menetapkan 81 perusahaan swasta dengan performa CSR terbaik dan 27 perusahaan BUMN dengan performa PKBL terbaik sebagai pemenang Indonesia CSR PKBL Award 2020

Editor : Irawan.H.P