• News

  • Bisnis

RKAT 2021 Disetujui Pemegang Saham, BEI Targetkan Transaksi Harian Rp8,5 Triliun 

Jajaran Direksi dan Komisaris Bursa Efek Indonesia dalam RUPS LB 2020.
Bursa Efek Indonesia
Jajaran Direksi dan Komisaris Bursa Efek Indonesia dalam RUPS LB 2020.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp8,5 triliun dalam periode 421 hari kerja di tahun 2021. Untuk tahun ini, RNTH diproyeksikan capai Rp7,75 triliun per hari.

"Target RNTH tahun ini Rp7,75 triliun, saat ini nilai transaksinya sudah mencapai Rp7,9 triliun per hari," kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Menurut Inarno, pihaknya optimistis target rata-rata nilai transaksi harian tersebut bisa tercapai ditopang pemulihan kondisi perekonomian domestik dan dan tren pasar saham yang positif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BEI Hasan Fawzi mengatakan bahwa target nilai transaksi harian tersebut mempertimbangkan dua faktor utama yang diperkirakan bakal melanjutkan tren perbaikan, yakni pertumbuhan ekonomi dan juga jumlah investor ritel domestik yang aktif bertransaksi.

Berdasarkan kajian BEI, kata Hasan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur-angsur semakin membaik, bahkan akan jauh lebih baik di 2021.

"Faktor lainnya adalah pertumbuhan jumlah investor ritel domestik. Kami meyakini tren pertumbuhannya akan terus berlanjut," tuturnya.

Sebagai informasi, RUPS-LB BEI hari ini telah menyepakati upaya dalam rangka kegiatan pendalaman pasar modal dan membangun kepercayaan pasar dalam hal keandalan dan kredibilitas, serta fokus pada inovasi untuk meluncurkan produk, layanan maupun instrumen baru.

Sementara, Inarno juga mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan tema pengembangan yang ditetapkan untuk tahun ini hingga 2021, yakni “Melakukan Pendalaman Pasar Modal, Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi".

Selain disusun berdasarkan Master Plan BEI 2021-2025, serangkaian inisiatif yang BEI turut mempertimbangkan beberapa asumsi makroekonomi yang tertuang di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2021 dan telah disetujui oleh para pemegang saham melalui RUPS-LB.

Saat ini, BEI telah melakukan finalisasi Master Plan 2021-2025 yang disusun sejak akhir 2019 berdasarkan hasil diskusi dengan para stakeholders dan menetapkan visi dan misi yang dibuat untuk mencapai aspirasi BEI. Visi dan misi BEI tersebut adalah "Menjadi Bursa Kredibel yang Menggerakkan Pendalaman Keuangan dan Memberdayakan Indonesia menjadi Ekonomi Terbesar ke-5 pada Tahun 2045”.

"Pengembangan yang akan dilakukan BEI, serta penetapan penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2021, masih mempertimbangkan perkembangan penanganan COVID-19 sampai dengan tahun 2021 di Indonesia," imbuhnya.

BEI juga menargetkan penambahan sebanyak 30 pencatatan efek baru di sepanjang 2021, terdiri atas saham, obligasi korporasi dan pencatatan efek lain seperti Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

 

 

Editor : Irawan.H.P