• News

  • Bisnis

Nasabah PT NAM Kembali Kritisi OJK yang Rugikan Investasinya

502 nasabah korban Investasi PT NAM Tunggu Kejelasan OJK.
Finansial
502 nasabah korban Investasi PT NAM Tunggu Kejelasan OJK.

JAKARTA,  NETRALNEWS.COM -Sebanyak 502 nasabah yang telah mempercayakan dananya sebesar lebih dari Rp600 miliar ke PT Narada Aset Manajemen, kembali menanyakan kinerja dari OJK selaku regulator dan pengawas dari Industri asset manajemen.

Dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners menjelaskan, bahwa  mereka baru saja mendapatkan data tentang adanya temuan dari OJK pada bulan Desember 2019, yang isinya dijelaskan bahwa Direktur Utama Narada, hanya aktif melakukan pengelolaan portfolio dari PT Narada Aset Manajemen hingga November 2018 saja, sedangkan semuanya dikendalikan langsung oleh Sdr Made Adi Wibawa selaku Komisaris Utama, yang dimana hal itu tidak sesuai dengan aturan tentang manajer investasi tanggal Nomor : Kep- 480/BL/2009 Tanggal : 31 Desember 2009 ( V.D.11  tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi) yang sudah dibuat oleh OJK sendiri selaku pengawas ,

“Isi dari pasal 2 butir 2b “Pelaksanaan fungsi investasi dikoordinir oleh direksi atau karyawan yang memiliki izin orang perseorangan sebagai Wakil Manajer Investasi dari Bapepam dan LK dan mempunyai pengalaman kerja dalam bidang investasi dan pengelolaan dana paling kurang 3 (tiga) tahun,” demikian siaran persnya yang dikirim dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partnerd.

Dan tidak hanya itu saja, adanya juga penemuan dari OJK pada bulan Desember 2019 , bahwa Reksa Dana yang dikelola oleh PT NAM memiliki Sub Rekening Efek di beberapa Perusahaan Efek dan berdasarkan konfirmasi dari Bank Kustodian diketahui bahwa Bank Kustodian tidak pernah membuka dan mencatatkan Sub Rekening Efek di beberapa Perusahaan Efek.

Hal ini membuat para nasabah menjadi sangat bertanya-tanya, kenapa ada sub rekening efek dalam produk reksa dana yang dikelola oleh PT NAM. Apakah sub rekening efek ini adalah hal yang memang diizinkan oleh OJK, karena hal ini sangat tidak wajar, dana apa fungsi dari sub rekening efek ini?

Para nasabah sangat menyayangkan kelalaian dari OJK selaku regulator dalam masalah pengawasan terhadap PT NAM sejak 2018. Beberapa potensi pelanggaran-pelanggaran dari PT NAM juga sedang dipelajari oleh Kantor hukum Johanes Dipa Widjaja & partners.

Para nasabah akan melakukan aksi pelaporan-pelaporan baru ke kepolisian setempat dalam waktu dekat, guna meminta keterangan dari PT NAM dan OJK mengenai temuan-temuan ini.

Selain itu, juga meminta hearing dari DPR RI Komisi XI, guna mempertanyakan upaya-upaya yang akan diambil dari OJK yang dinilai telah lalai dalam fungsi dan pengawasan terhadap PT NAM sejak tahun 2018.

Editor : Sulha Handayani