• News

  • Bisnis

Pemerintah Tegaskan Subsidi Listrik Hanya untuk Masyarakat Tak Mampu

Diskusi listrik yang digelar Kominfo
Dok: Kominfo
Diskusi listrik yang digelar Kominfo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah menegaskan bahwa subsidi listrik bagi masyarakat tidak mampu menjadi prioritas. Kebijakan saat ini hanya untuk pelanggan 450VA dan sebagian kecil pelanggan 900VA. 

Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 di Galeri Nasional, Jakarta, mengatakan, Pemerintah mengarahkan subsidi kepada pelanggan 450VA sebanyak 9 juta pelanggan, dan 900VA untuk 4-5 juta pelanggan. 

Menurutnya, dana subsidi listrik akan dialihkan untuk pembangunan infrastrukstur, bantuan sosial, dan program penanganan kemiskinan. 

"Ketentuan kebijakan energi berdasarkan Undang-undang berbasis nilai perekonomian keadilan. Adapun penyesuaian tarif listrik harus berdasarkan persetujuan DPR,” kata Askolani seperti dikutip dari laman resmi Kominfo, Sabtu (17/6/2017).

Ia menekankan, jika ada kenaikan tarif akan diarahakn untuk kalangan pelanggan dari masyarakat yang mampu. 

“Jadi sesungguhnya yang naik adalah pelanggan 900VA yang mampu. Keluarga atau empat orang yang paling miskin rata-rata mendapatkan perlindungan sosial sekitar Rp6,1 juta per KK per tahun diluar KKS/BLSM,” jelasnya.

Sementara, Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K, Rudi Gobel mengatakan, subsidi masih diberikan berdasarkan jumlah pemakaian dan disalurkan melalui PLN. 

“Sebanyak 18 juta pelanggan 900VA perlahan-lahan dilepaskan dari subsidi pemerintah untuk kemudian membayar listrik sesuai harga keekonomiannya, yaitu Rp1.352/VA,” katanya.

Sedangkan, Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian ESDM Hadi M. Djuraid menjelaskan masyarakat tidak mampu yang terkena pencabutan subsidi bisa melapor untuk direvisi. 

“Total pengaduan per 13 Juni 2017 ada sebanyak 55.080. Cara melaporkan pengaduan terhadap subsidi ada ditempel di setiap kelurahan, yaitu melalui telepon 021-5224483 atau via email ke subsidi@djk.esdm.go.id,” katanya.

 

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin