• News

  • Editor's Note

Nyanyian Sakit Hati La Nyalla Berjudul ‘Mahar Politik‘

La Nyalla Mattalitti.
NNC/Adiel Manafe
La Nyalla Mattalitti.

JAKARTA, NNC - Bagai tersambar petir di siang bolong. Itulah yang mungkin dirasakan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) atas pernyataan La Nyalla Mattalitti terkait adanya mahar politik dalam proses pencalonan dirinya di pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). 

Cerita bermula saat Partai Gerindra menyatakan dukungannya kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Saifulah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Putri di Pilkada Jawa Timur 2018. 

Alhasil, harapan La Nyalla Mattalitti yang sempat digadang-gadang akan diusung menjadi cagub Jatim dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu pupus dalam sekejap.

Entah merasa sakit hati karena dikhianati atau faktor lainnya, La Nyalla pun 'bernyanyi' dengan nada keras. Tak tanggung-tanggung, La Nyalla menyebut Gerindra telah meminta uang miliaran rupiah kepadanya sebagai mahar agar dirinya direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Nyanyian sakit hati berjudul 'Mahar Politik' itupun sontak menjadi hits di media massa dan viral di media sosial baru-baru ini.

La Nyalla kini berbalik menyerang. Merasa ditipu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jatim ini bahkan sudah menyiapkan antisipasi dengan mendokumentasikan semua transaksi sekaligus merekam pembicaraannya dengan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto saat meminta uang. 

Dalam waktu dekat ini, La Nyalla berjanji akan membongkar semuanya dan akan membawanya ke ranah hukum dengan bukti-bukti yang ia miliki.

Selain akan melapor ke Mabes Polri, La Nyalla Mattalitti melalui Kuasa Hukumnya, Faisal Assegaf juga akan melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas dugaan adanya politik uang yang diduga dilakukan oknum Partai Gerindra.

Genderang perang terlanjur ditabuh. Polemik di tengah publik sudah terjadi.

Tindakan La Nyalla membeberkan persoalan ini ke publik, dianggap dapat menimbulkan dugaan adanya agenda terselubung untuk membunuh karakter dan menggerus kredibilitas Prabowo Subianto yang digadang-gadangkan akan maju di Pilpres 2019 mendatang. Maklum saja, nama Ketua Umum Partai Gerindra itu juga turut disebut-sebut La Nyalla dalam nyanyiannya.

Nyanyian La Nyalla juga membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus bekerja ekstra. Untuk mengusut dugaan permintaan mahar politik terhadap La Nyalla Mattalitti di Pilgub Jawa Timur, Bawaslu bakal memanggil Prabowo Subianto.

Namun sebelumnya Bawaslu akan memanggil mantan Ketua Umum PSSI itu terlebih dahulu guna mengkonfirmasi pernyataannya.

Jika nanti ditemukan bukti adanya permainan uang maka Bawaslu akan memberikan sanksi tegas berupa larangan partai mengikuti kancah politik.

Seperti diketahui, politik mahar diatur dalam Undang Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 47 Ayat 3. Di situ disebutkan, "Jika partai atau calon terbukti menggunakan politik uang, sanksi diskualifikasi dan larangan mengikuti panggung politik akan dikenakan".

Indonesia Police Watch (IPW) menilai 'nyanyian' La Nyalla Matalitti yang mengaku bahwa dirinya dimintai Rp 40 miliar untuk ikut dalam Pilgub Jatim perlu ditelusuri dan diusut Satgas Anti-Politik Uang yang baru dibentuk Polri.

Gayung bersambut. Mabes Polri menyatakan akan menerima laporan La Nyalla Mattalitti terkait mahar politik yang diminta Partai Gerindra. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk dari La Nyalla.

Publik berharap, dengan terbongkarnya kasus dugaan politik uang itu bisa diketahui siapa saja yang terlibat, yang menjadi korban, dan partai mana yang doyan politik uang khususnya di Pilkada Serentak 2018.

Editor : Nazaruli