• News

  • Gayahidup

Arie Untung Geletakkan Tas Mahal Produk Prancis di Lantai, Warganet Tantang Bakar

Arie Untung geletakkan tas mahal produk Prancis di Lantai.
Instagram
Arie Untung geletakkan tas mahal produk Prancis di Lantai.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Artis Arie K Untung menggeletakkan beberapa tas mahal produk Prancis di lantai. Dari model-model tas wanita yang digeletakkan nampaknya merupakan milik dari Istrinya, Artis Fenita Arie.

Tindakan ini dilakukan Arie, sebagai bentuk respon dari pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Alasan lain, karena negara produksi tas tersebut dinilai telah menghina Nabi di bulan kelahiran-Nya.

"Barang2 RECEHAN brand2 prancis ini Ngga layak ada di lemari yg pemiliknya sangat mencintai nabinya
Brand2 ini kastanya langsung jadi "paling rendah"," kata Presenter ini, dikutip dari unggahan Instagramnya, Kamis (29/10/2020).

Arie klaim, barang tersebut tidak akan keluarganya pakai berapapun harganya. Bagi Arie, tak sebanding dengan Nabi sama sekali.

"Sambil ngingetin ini adab kebijakan negaranya ya guys. bukan orangnya, ini murni pemimpinnya aja, ga semua org prancis juga setuju sama presidennya," tegas Arie.

Melihat unggahan Arie, warganet lantas menantang tas-tas tersebut untuk dibakar. Ada juga yang mempertanyakan, alasan Arie membeli barang-barang mewah dan tidak mengingat kesederhanaan Rasulullah saat membelinya.
 
"Mohon maaf mas @ariekuntung emg dlu pas beli ga inget ke sederhanaan Rasulullah ya?," kata miftahul_huda95.

"Udah di updetin,di simpen lagi atau digimanainn lgi bang," kata faizalfauzi94.

"Kalau cuma dipajang gini jatuhnya Riya, ditunggu video dibakar agar cintanya terbukti," kata trialogica.

"Di bakar wae atuh nanggung..itu mh sama msh di pake cmn di simpen aja," kata  ian_muhammad_moses.

"Nunggu video tasnya dibakar bukan disimpen di lemari Iagi," kata nickotine.s.

"BAKAR DONG BIAR GREGET," kata clarenziaa.

"Bakar aja, bang!!!,' kata lanianadachlan.

"Bakar lebih baik bang arie," kata yusantimur.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani