• News

  • Gayahidup

Waspada, Anak Juga Bisa Kena Diabetes Melitus!

Ilustrasi anak penderita diabetes
Istimewa
Ilustrasi anak penderita diabetes

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tahukah Anda, anak-anak juga ternyata bisa terkena penyakit Diabetes? Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada 2018 ada sebanyak 1220 anak yang menyandang Diabetes Melitus (DM) Tipe 1 di Indonesia.

DM sendiri merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang disebabkan oleh gangguan dari sekresi insulin, aksi insulin ata keduanya dan DM Tipe 1 dan Tipe 2 adalah jenis DM yang paling sering terjadi pada anak.

Dr Novina Sp A(K), M Kes dari IDAI memaparkan ada beberapa gejala yang bisa mengindikasikan anak alami DM Tipe 1. Diantaranya anak yang banyak buang air kecil dan mengompol pada saat malam hari, selain itu banyak makan dan minum namun berat badan menurun, serta adanya gangguan perilaku atau prestasi sekoah yang menurun.

“Gejala lain, penglihatan anak kabur. Ini tentu akan mempengaruhi gangguan pertumbuhan pada anak, karena kerap sakit,” kata Dr Novina, Selasa (17/11/2020).

Pernyataan itu disampaikan Dr Novina saat Temu Media Virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka Peringatan Hari Diabetes Sedunia Tahun 2020. Hari Diabetes Sedunia ini diperingati setiap 14 November dan mengangkat tema internasional “Diabetes: Nurses Make The Difference” dan tema nasional “Obati Diabetes, Cegah Komorbid Covid-19”.

Lebih lanjut dijelaskan  Dr Novina, ada seragkaian diagnosis DM untuk anak, setelah diketahui adanya gejala klinis. Diagnosis diantaranya kadar glukosa plsama sewaktu 200 mg/dL (11.1 mmol/L); Kadar glukosa plasma puasa 126 mg/dL (7 mmol/L); Kadar glukosa plasma 200 mg/dL (11.1 mmol/L) pada jam ke-2 TTGO; HbA1c>6.5%.

DM Tipe 1 merupakan keadaan DM yang disebbkan oleh kerusahan sel beta pankreas baik oleh proses otoimun maupun idiopatik, sehingga produksi insulin berkurang atau terhenti.

“Penatalaksanaan DM Tipe 1 pada anak secara umum adalah mencegah komplikasi, mengatur diet, olahraga, kontrol metabolik dan tatalaksana komplikasi. Sedangkan secara khusus, penatalaksanaannya adalah dengan terapi insulin,” jelas dia.

Sedangkan DM Tipe 2 merupakan keadaan DM yang disebabkan akibat gabungan resistensi insulin dan sekresi insulin yang tidak adekuat. Dianjurkan untuk melakukan skrining pada anak-anak dan remaja setelah masa pubertas atau setelah usia 10 tahun yang memiliki faktor risiko DM.

“Faktor risiko itu diantaranya obesitas, memiliki riwayat retardasi intrauterin dengan penambahan berat badan bayi yang terlalu cepat, riwayat keluarga terdekat dengan DM Tipe 2, ibu dengan DM atau DM Gestrasional, sindrom ovarium polikistik, dan tanda resistensi insulin,” jelas dia.

Tatalaksana DM Tipe 2 diantaranya, perubahan gaya hidup, penurunan berat badan, pegantura makan, normalisasi glukosa darah dan menghindari hipoglikemia, olahraga, dan terapi medikamentosa dengan metformin dan atau insulin sesuai indikasi. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati