• News

  • Gayahidup

Mark Zuckerberg Janji Hapus Postingan soal Ujaran Kebencian di Facebook

Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.(dok.tecake)
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.(dok.tecake)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg yang berjanji akan menghapuskan segala ujaran kebencian dari platform Facebook sehubungan dengan demonstrasi supremasi kulit putih yang mematikan di Charlottesville, Va, akhir pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting ke halaman Facebook-nya, Zuckerberg berkomitmen untuk secara aktif "terus bekerja untuk membuat Facebook menjadi tempat dimana setiap orang merasa aman."

"Dengan potensi demonstrasi lebih banyak, kami memperhatikan situasi ini dengan ketat dan akan mengurangi ancaman bahaya fisik," kata Zuckerberg dikutip Hollywood Reporter. 

Zuckerberg mengakui bahwa komponen kunci dari media sosial adalah kemampuan orang untuk berbagi kepercayaan mereka.

"Ketika seseorang mencoba untuk membungkam orang lain atau menyerang mereka berdasarkan pada siapa mereka atau apa yang mereka percaya, itu menyakitkan kita semua dan tidak dapat diterima."

Zuckerberg sendiri adalah orang Yahudi. Bahkan, ia mengatakan beberapa hari terakhir "telah sulit untuk memproses" untuknya. "Ini adalah aib yang masih perlu kita katakan bahwa neo-Nazi dan supremasi kulit putih salah - seolah ini tidak jelas," ungkapnya. 

"Saya Tahu kita bisa membuat kemajuan saat itu."

Sebelumnya, pihak Google pada hari Senin (14/8/2017) lalu mengumumkan bahwa pihaknya membatalkan registrasi untuk situs nasionalis kulit putih The Daily Stormer karena melanggar persyaratan layanannya. Situs tersebut telah memposting sebuah artikel yang mengejek Heather Heyer, yang dilindas dan terbunuh di Charlottesville.

Facebook saat ini mendefinisikan apa yang dianggap sebagai ujaran kebencian yang dilaporkan sebagai: "Konten yang menyerang orang berdasarkan ras, etnis, asal-usul, agama, jenis kelamin, gender, identitas gender, orientasi seksual, kecacatan atau penyakit mereka sebenarnya tidak diijinkan. "

Facebook juga menyatakan hal tersebut bisa saja sebagai "upaya humor atau sindiran yang jelas atau yang mungkin dianggap sebagai ancaman atau serangan yang mungkin terjadi." 

Menurut Zuckerberg, termasuk di dalamnya konten seperti lelucon, komedi stand-up, lirik lagu populer, dan sebagainya. 

Kendati demikian, hingga saat ini Twitter masih menolak mengomentari rencananya soal ujaran kebencian. Namun, sudah ada banyak platform media sosial yang akan melarang akun yang mempromosikan "kekerasan terhadap atau menyerang atau mengancam orang lain berdasarkan ras,  etnis, asal kebangsaan, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, afiliasi keagamaan, usia, kecacatan atau penyakit."

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya