• News

  • Cantik & Gaya

Batik Indigo Alami untuk Segala Musim

Batik Indigo alami untuk segala musim.
Batik Indigo alami untuk segala musim.

JAKARTA, NNC – Batik asli kerap menggunakan teknik pewarnaan menggunakan bahan alami. Kini, pewarna alam 100 % Indigofera tinctoria dan harmonisasi berbagai pewarna alam lainnya telah lahir kembali dalam batik indigo yang menjadi ciri khas Galeri Batik Jawa.

Melalui pasar domestik nasional di antaranya sejak tahun 2009 selalu mengikuti pameran dan   berbagai  peragaan busana, karya batik indigo alami ini telah menjadi bagian pengembangan wastrapusaka Indonesia untuk gaya busana masa kini dan gaya hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.            

Untuk memenuhi pasar nasional dan internasional yang mengenal 4 (empat) musim, Galeri Batik Jawa membuat karya kain, selendang, dan berbagai ragam busana untuk segala musim dilengkapi dengan aksesori dan pernik gaya hidup lainnya. Galeri Batik Jawa memiliki tagline “Natural Indigo Batik for All Seasons”, Batik Indigo Alami untuk Segala Musim.

Pada Jakarta Fashion & Food Festival 2018 belum lama ini, Galeri Batik Jawa menampilkan busana untuk iklim tropis, tampil dalam kekinian balutan batik indigo bernuansa biru kehitaman, harmonisasi warna alam daun Indigofera tinctoria dengan warna hitam kecoklatan dari kulit kayu mahoni. Batik tulis dengan motif motif tradisi telah menjadi padanan trendy untuk busana dan aksesoris busana dari kulit bernuansan hitam bergaya muda.
 
Mengusung tema bersama untuk JFFF tahun ini “Batik Now’’, Bi hadir dengan batik berwarna pastel trend 2018. Batik yang digunakan tahun ini pun unik  dan istimewa, selain untuk coraknya yang Modern, Batik inipun menggunakan proses membatik yang cukup berbeda.

Mengganti Media Tembaga sebagai Cap yang biasa digunakan untuk membaik dengan media lain seperti Tambang dan kayu untuk lebih mencoba berinovasi menciptakan kain batik yang unik untuk kami Designer berkreasi mendesign baju-baju batik jaman sekarang, atau biasa disapa dengan Kalimat Batik Now.

Editor : Sulha Handayani