• News

  • Editor's Note

Mari Sambut Tantangan Besar Media Siber Indonesia

Ilustrasi: Logo Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)
Dok. SMSI
Ilustrasi: Logo Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

[Rakernas Pertama SMSI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Untuk pertama kalinya Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional Serikat Media Siber Indonesia (Rakernas SMSI). Rakernas akan digelar di Surabaya, Jawa Timur yang diikuti Pengurus Pusat dan 22 Pengurus Daerah. Rakernas  akan dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 26 hingga 27 Juli 2017.

Rakernas yang digelar setelah SMSI diluncurkan pada hari Senin, 17 April 2017 lalu, di Jaya Suprana Institute, Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta lalu ini merupakan hajatan pertama organisasi ini. Selain sebagai ajang konsolidasi, juga sebagai langkah awal media siber secara bersama mendiskusikan tantangan besar media siber khususnya di Indonesia.

Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa menekankan soal tantangan besar yang akan dihadapi media massa berbasis internet atau media siber di tengah perkembangan kemajuan informasi, teknologi dan komunikasi (ICT) yang semakin canggih.

"Perkembangan ICT memperluas ruang publik. Tantangannya di situ. Perkembangan itu mempertajam persaingan antar media siber," ungkap Teguh.

Belum lagi ruang publik yang semakin luas itu juga sangat rentan digunakan untuk tindakan-tindakan yang tidak konstruktif, seperti penyebaran rasa kebencian, kabar bohong (hoax) dan fitnah.

SMSI menjadi forum yang dapat membantu pemilik dan pengelola media siber dalam menghadapi tantangan-tantangan itu. Terlebih di Jakarta yang menjadi barometer kondisi media siber di level nasional.

Saat ini SMSI sudah tersebar di 22 provinsi atau 25 cabang. Dalam deklarasinya disebutkan, SMSI merupakan sarana membangun media siber yang profesional. Selain didukung sejumlah tokoh pers, sejumlah tokoh non-pers juga turut bergabung mendukung SMSI, di antaranya Jaya Suprana, Yusril Ihza Mahendra, Ryaas Rasyid, Prita Kemal Gani, dan Rizal Ramli.

Bersama tokoh pers Dahlan Iskan dan pemilik jaringan media Chaerul Tanjung, tokoh-tokoh non-pers itu diberi kehormatan sebagai penasehat SMSI.

Butuh Kolaborasi 

Melihat tantangan serta ketatnya persaingan bisnis media siber yang begitu besar di tengah senjakala media cetak, maka kolaborasi merupakan hal penting yang harus dilakukan antar media siber. 

Media siber tidak boleh eksklusif. “Ini eranya kolaborasi, jangan eksklusif. Fokus bersama kita bagaimana menjadikan organisasi dan media online kita ini bisa sehat dan terus bertumbuh, dan ini perlu dukungan riil dari semua pengurus yang ada," tegas Nandi Nanti, Ketua SMSI Provinsi DKI Jakarta kepada Netralnews.com belum lama ini. 

Tentu yang tak kalah penting media siber yang tergabung dalam organisasi ini mesti memenuhi syarat yang telah ditetapkan Dewan Pers yaitu media siber tersebut terverifikasi administrasi  dan faktual dengan syarat-syarat khusus yang ditetapkan Dewan Pers.

Tak hanya media siber yang memenuhi persyaratan yang ditentukan Dewan Pers, organisasi media siber  seperti halnya SMSI pun harus memenuhi standar Dewan Pers untuk didaftarkan sebagai konstituen Dewan Pers.

Agenda utama kongres ini adalah persiapan untuk pendaftaran ke Dewan Pers bulan September 2017 nanti. SMSI akan mendaftarkan diri menjadi konstituen Dewan Pers.

Tantangan besar media siber di depan mata, maka Rakernas pertama SMSI ini menjadi langkah awal menjawab tantangan tersebut. SMSI hadir untuk membantu perusahaan-perusahaan media siber di tanah air untuk mencapai level profesional dan bermartabat. 

Akhirnya, selamat ber-Rakernas ria dan semoga dari Kota Pahlawan Surabaya terwujud cita-cita luhur SMSI se-Indonesia.  

 

 

 

 

 

 

Editor : Farida Denura