• News

  • Ekonomi Makro

Indef: Target Pertumbuhan Melesat Saat Daya Beli Turun

Ilustrasi Rupiah
Bolmut
Ilustrasi Rupiah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti pada Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai realisasi belanja saat ini memang rendah sekali dibandingkan dengan target pemerintah pada kuartal III bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,2 persen.

"Hasil pertumbuhan kuartal III memang di bawah ekspektasi. Penyebab utamanya daya beli masyarakat terus menurun. Belanja pemerintah realisasinya rendah dan sektor industri tumbuh terbatas," kata Bhima kepada wartawan di Jakarta (10/12/2017).

Menurut Bhima, belanja pemerintah yang diharapkan bisa menggerakkan konsumsi rumah tangga ternyata hanya tumbuh 3,46 persen year on year (yoy). Sementara itu, konsumsi rumah tangga mengalami stagnasi 4,93 persen.

Motor pendorong yang berasal dari ekspor memang tumbuh hingga 17,2 persen (yoy), tapi impor juga naik signifikan menjadi 15,09 persen (yoy). Menurut Bhima, itu membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kualitasnya berkurang.

"Harusnya ekspor naik di sisi yang lain impornya rendah," ujarnya.

Satu-satunya harapan adalah investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 7,11 persen (yoy). Harapannya investasi langsung masih bisa bertahan tumbuh 7 persen hingga akhir tahun.

"Melihat kondisi tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 adalah 5,05 persen atau di bawah ekspektasi sebelumnya yang bisa tumbuh 5,2 persen," katanya.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin