• News

  • Ekonomi Makro

Kualitas Baik, Kopi Sirap Diekspor ke Jepang dan Korsel

Kopi yang dihasilkan Dusun Sirap yang dieskpor ke Jepang dan Korsel
Istimewa
Kopi yang dihasilkan Dusun Sirap yang dieskpor ke Jepang dan Korsel

SEMARANG, NETRALNEWS.COM - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmikan desa binaan yang bergerak di komoditas kopi, yaitu Dusun Kopi Sirap di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu (8/9/2019).

Selain meresmikan itu, Komisaris BCA Cyrillius Harinowo juga melakukan panen raya kopi dengan secara simbolis lakukan pengguntingan biji kopi di lahan perkebunan.

Cyrillius mengatakan, Dusun Sirap ini miliki potensi yang besar, namun dengan catatan sejumlah hal harus dilakukan agar pendapatan petani meningkat dan ekonomi desa berkembang.

Berbagai upaya dilakukan BCA untuk mengembangkan Dusun Sirap, seperti pemberian bantuan dana dan pelatihan pengembangan desa wisata.

Diantaranya, wisata jalur pendakian dan tempat edukasi kopi ke masyarakat. Bahkan, ke depanya, BCA juga bakal bidik sektor home stay bagi para wisatawan yang kunjungi Dusun Sirap.

Dusun Sirap ini berjumlah 80 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, mayoritas pekerjaan penduduk adalah petani kopi. Sementara sisanya pedagang dan buruh.

Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Rahayu IV Ngadiyanto mengatakan, dalam setahun petani hasilkan total 1.200 ton grean bean kopi kering pada 2018. Jumlah tersebut berasal dari 16 kelompok petani, di mana masing-masing kelompok terdiri 30 orang.

"Produksi kopi naik turun, tapi tahun lalu iklimnya bagus jadi panen kami naik," kata Ngadiyanto.

Mayoritas kopi yang dihasilkan adalah robusta karena sesuai geografis sekitar. Tapi, para petani tetap menanam 0,5 persen kopi arabika dari total 35 hektar lahan kopi.

Biasanya, hasil biji kopi kering tersebut didistribusi ke eksportir PT Taman Delta Indonesia 25 persen dari total produksi. 

Mereka mengekspornya ke Jepang, Korea Selatan, China dan Arab. Sementara produksi sisanya, didistribusikan ke pasar ritel seperti kedai kopi.

Sementara itu Pengamat Kopi Reza Adam Ferdian mengatakan, dirinya telah sempat merasakan kopi yang dihasilkan oleh Dusun Sirap dengan memasaknya secara langsung sendiri. Untuk jenis Robusta ada aroma kacang goreng dan karamel sedikit serta sedikit pinus.

Jika jenis arabika, ada arima pinus, lemos dan brown sugar. Hal ini menilbulkan relaxing (menenangkan).

"Meski proses secara natural, namun kopi yang dihasilkan telah cukup baik. Dan hasilnya pun bersih meski dijemur di matahari dan beralaskan terpal," kata Co-Founder Kopisob itu.

Namun, jika dioptmalkan pada pascapanen maka hasilnya bisa lebih baik. Reza menyarankan juga untuk memakai metode fully wash yang diyakini bisa meningkatkan kualitas kopi yang berujung pada naiknya harga pasaran kopi Dusun Sirap.

"Jika memang telah naikkan kualitas maka bisa ikut lelang kopi yang bisa lebih naikkan harga pasar kopi," pungkas Reza.

Editor : Firman Qusnulyakin