• News

  • Ekonomi Makro

Ini Alasan Dirjen Bea Cukai Naikkan Cukai Rokok

Ilustrasi kenaikan cukai rokok.
Istimewa
Ilustrasi kenaikan cukai rokok.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah mengaku memiliki beberapa alasan hingga akhirnya memutuskan untuk menaikkan cukai rokok pada 2020 mendatang.

Selain sebagai pengendali konsumsi rokok, pertumbuhan target penerimaan negara juga menjadi alasan pemerintah menaikkan cukai rokok tahun depan.

"Pertama, memperhatikan sektor pengendalian atau pembatasan konsumsi rokok. Kedua, tenaga kerja industri rokok. Ketiga, memperhitungkan keberadaan rokok ilegal. Selanjutnya, menimbang asumsi dasar ekonomi makro tahun depan seperti inflasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi," ujar Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( DJBC ) Deni Surjantoro di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Disebutkannya, target pertumbuhan penerimaan cukai tahun 2020 adalah meningkat 9 persen dari tahun ini. Diakui Deni, penerimaan atas cukai rokok mendominasi penerimaan cukai secara keseluruhan. 

Meski demikian, lanjut Deni, pemerintah tidak serta merta memutuskan kenaikan cukai rokok dengan angka sangat signifikan. Pasalnya, pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan peredaran rokok ilegal yang semakin tinggi, jika kenaikan tarif cukai rokok diputuskan secara signifikan.

"Banyak hal yang kami pertimbangkan saat menentukan tarif cukai rokok. Jangan sampai tarif tinggi, tapi rokok ilegal malah marak beredar," tuturnya.

"Sampai saat ini Kemenkeu masih membahas dan belum menentukan angka pasti kenaikan tarif cukai rokok," imbuhnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian