• News

  • Ekonomi Makro

Itama Ranoraya Resmikan Pencatatan Sahamnya di Bursa

Pencatatan sekaligus perdagangan perdana saham PT Itama Ranoraya Tbk di Bursa Efek Indonesia.
Twitter @IDX_BEI
Pencatatan sekaligus perdagangan perdana saham PT Itama Ranoraya Tbk di Bursa Efek Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) resmi menggelar pencatatan sekaligus perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/10/2019). Harga saham langsung menguat 49,73 persen ke level Rp560 atau menyentuh titik atas auto rejection saat jam perdagangan saham resmi dimulai.

Sementara itu, pada masa penawaran umum perdana saham ke publik atau Initial Public Offering (IPO), perusahaan melepas sebanyak 400 juta saham, setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga perdana sebesar Rp374 per saham.

Mukti Wibowo Kamihadi, Direktur Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek IPO Itama Ranoraya mengungkapkan, saham-saham IRRA cukup diminati oleh investor.

Besarnya minat itu tercermin dari banyak permintaan beli yang masuk. Kelebihan permintaan (oversubscribed) dicatat sebanyak 34,96 kali dari porsi penjatahan pooling.

Adapun, dengan harga penawaran awal sekitar Rp315-Rp375 per saham mencerminkan proyeksi price earning ratio (PER) pada level 10,94-13,03 kali pada 2020.

Menurut Mukti, PER sebesar itu dinilai cukup menarik dibandingkan dengan PER industri distribusi alat kesehatan di tingkat regional yang rata-rata 16 kali. "PER cukup bagi investor untuk mendapatkan keuntungan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Itama Ranoraya, Teten Setiawan menyatakan, dari aksi korporasi ini, IRRA berhasil meraup dana segar sebesar Rp149,6 miliar.

Dijelaskannya, sebesar 60% dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan pusat dan jejaring pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia selama periode 2019-2020. Sisanya 40% untuk memperkuat modal kerja.

Teten mengatakan juga, pembukaan kantor cabang di beberapa kota di Indonesia dapat terealisasi secara bertahap jika hal ini dinilai menguntungkan ketimbang menunjuk sub-distributor. Apalagi, potensi pasar produk perusahaan saat ini di berbagai wilayah masih cukup luas.

"Pada 2020 kami mulai mengembangkan sistem jejaring teknologi informasi dan aplikasi pusat cabang serta pendirian kantor perwakilan di Bandung, Medan, Surabaya dan Makasar. Kantor cabang ini diharapkan akan menjadi kantor cabang utama," katanya.

Selain itu, dengan melakukan IPO, kinerja perseroan diharapkan semakin kinclong di masa depan. Direktur IRRA, Heru Firdausi Syarif, mengatakan, perseroan yakin bakal meraih laba bersih Rp46 miliar pada 2020, naik 43,75 persen dari proyeksi 2019 sebesar Rp32 miliar.

Ia menambahkan, target laba bersih di 2019 senilai Rp32 miliar akan ditopang oleh total penjualan sebesar Rp300 miliar. "Tahun depan target penjualan sebesar Rp422 miliar," imbuhnya.

Sebagai informasi, IRRA mendistribusikan beberapa perangkat medis, seperti Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbott Diagnostic, TerumoBCT dan Ortho Clinical Diagnostic.

Editor : Irawan.H.P