• News

  • Ekonomi Makro

Investasi Dana Haji Sebaiknya ke Sektor Properti

Jemaah haji Indonesia
Waktoe
Jemaah haji Indonesia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyaknya jumlah dana haji membuat agar dana itu sebaiknya digunakan ke sektor properti yang bisa dirasakan langsung oleh jemaah haji, bukannya ke infratsruktur seperti yang diwacanakan oleh Pemerintah.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance ( Indef), Bhima Yudhistira mengungkapkan, jika merujuk amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, tujuan pengelolaan keuangan haji untuk penyelenggaraan ibadah haji yang lebih berkualitas.

Bhima melihat ada risiko jika dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Ia mengungkapkan, sampai Februari lalu, realisasi infrastruktur yang sudah jadi baru 9 persen, dan sekitar 46 persen masih dalam perencanaan dan tahap lelang. 

"Belajar dari proyek kereta cepat, sehabis groundbreaking tak ada kabarnya lagi," kata Bhima, Minggu (6/8/2017).

Menurut Bhima, dana haji dapat digunakan membangun hotel atau apartemen di Mekkah yang bisa digunakan oleh jemaah haji, sehingga biaya naik haji bisa lebih murah. Setelah musim haji, properti tersebut bisa digunakan untuk kepentingan profit atau komersial, misalnya dilakukan saat masa umrah. 

"Transparansi pengelolaan dana haji menjadi faktor yang krusial."

Bima mengungkapkan, Indonesia harus belajar dari pengalaman Malaysia dalam menggunakan dana haji. Diketahui dari total jumlah dana haji Malaysia yang tercatat sebesar Rp 198,5 triliun, sebesar 9 persen masuk ke konstruksi atau real estat berupa investasi langsung. 

Sedangkan 17 persen penempatan dana obligasi juga dimanfaatkan untuk investasi tidak langsung dalam pembangunan properti atau konstruksi.

Ini membuat Malaysia tidak menempatkan dana haji untuk kepentingan infrastruktur, melainkan membangun konstruksi/real estat dengan tingkat return atau imbal hasil yang tinggi. 

Bima menjelaskan, Malaysia telah membangun aneka properti yang memiliki keuntungan jangka panjang, misalkan Hotel Tabung Haji di Keddah dan Bay Pavilions di Sydney melalui dana haji. 

Selain itu, hasil keuntungan dari pengelolaan dana haji di Malaysia sebagian kembali lagi ke jemaah haji dalam bentuk subsidi. 

 Bhima memandang pengalaman negara lain seperti Malaysia memberikan pelajaran berharga bagi pengelolaan dana haji di Indonesia. Ia melihat pemerintah harus memikirkan berinvestasi di sektor yang bisa mendapatkan return investasi di atas 15 persen.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin