• News

  • Gaya Hidup

Cegah Stunting, Wanita Ini Ciptakan Produk Olahan Daun Kelor

Ilustrasi daun kelor.
Ilustrasi daun kelor.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Goei Diana Sulistyaningrum atau akrab disapa Diana (26) menciptakan berbagai produk olahan Daun Kelor untuk mencegah stunting. Perempuan asal Jakarta ini lantas menjadi Founder Morimom.id yang menyediakan produk olahan daun kelor atau moringa untuk ibu hamil, sejak 2018.

Berkat inovasinya, Diana berhasil menjadi salah satu dari 10 inovasi karya anak bangsa yang menerima penghargaan dari Sustainable Development Goals Pemuda Indonesia Penggerak Perubahan (SDG PIPE) 2019.

SDG PIPE merupakan sebuah program untuk mengidentifikasi dan mendorong potensi pemuda penggerak perubahan di Indonesia, agar mereka dapat merealisasikan inovasi berdampak sosial di masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Morimom.id merupakan lanjutan program dari pemberdayaan masyarakat di Depok, Jawa Barat. Morimom.id dibentuk karena Indonesia jadi negara kontibutor jumlah terbanyak ke lima kejadian stunting di dunia dan kasusnya tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Stunting jadi masalah yang diam-diam menghanyutkan dan berbahaya. Stunting membuat keadaan fisik kerdil dan berdampak pada otak yang tentu akan mempengaruhi pada kehidupan di masa depan," kata Diana pada Netralnews, Senin (28/10/2019).

Selanjutnya, Diana bersama tim yang terdiri dari tujuh orang akan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) para ibu-ibu di NTT melalui pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) daun kelornya. Diana lantas akan memberdayakan masyarakat untuk memperbaiki keadaan ekonomi dan membantu keluar dari kemiskinan.

"Kalau dilihat angkanya, daerah terbanyak kasus stunting dengan daerah yang angka kemiskinannya tinggi, hampir sama dan ada keterkaitan. Mereka kemudian tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi, maka tujuan utama sebetulnya ingin memberdayakan ekonomi masyarakat sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri," jelas dia.

Alumni Akuntasi Universitas Indonesia (UI) ini lantas berdiskusi dengan dosen terkait kandungan daun kelor serta manfaatnya. Diketahui daun kelor dapat diformulasikan dan meningkatkan gizi untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak. Maka dari itu pemberdayaan ekonomi nantinya akan berupa pengajaran panen, mengolah, hingga menjual olahan produk daun kelor.

Diakui Diana, kasus stunting memang kompleks dan perlu perhatian pula selain dari segi nutrisi, melainkan juga segi sanitasi, ekonomi, dan peran pemerintah. Sedangkan langkah yang dilalui Diana yakni bertahap mulai dari penjualan camilan sehat untuk ibu hamil seperti cookie, teh, dan oatmeal.

Selanjutnya Diana akan berkesempatan International Field Training selama 18 hari di Madrid, Spanyol. Ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-18 November 2019, Program inkubasi peningkatan kapasitas oleh tim Campaign.com, Go Global dan PIRAC serta Hibah sebesar Rp10.000.000 untuk pengembangan inovasinya.

"Dana hibah akan digunakan untuk asesment pilot project pada 2025 di NTT. Nantinya akan dimulai di satu desa di NTT dan memberdayakan 300 wanita di NTT," kata dia.

Untuk diketahui, Program SDG PIPE 2019 adalah program kolaborasi Konsorsium SDG PIPE yang terdiri dari Go Global Indonesia, Campaign.com dan PIRAC untuk memberikan apresiasi kepada para inovator muda Indonesia yang sudah memulai gerakan maupun usaha sosial (digital dan non-digital) untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Program ini juga disponsori oleh Baznas lndonesia, Bank Mandiri, TIFA Foundation, Daya Dimensi Indonesia, Yayasan Sahabat Multi Bintang dan Medco Foundation.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P