• News

  • Gaya Hidup

Marak Aksi Jambret Pesepeda, Begini Kiat Mengantisipasinya

Ilustrasi jalur sepeda di Jakarta'
Ilustrasi jalur sepeda di Jakarta'

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Kegiatan bersepeda semakin ramai dilakukan saat kondisi pandemi seperti ini. Bersepeda menjadi pilihan karena gampang dilakukan oleh semua kalangan.

Apalagi, pemerintah daerah, sepert Pemprov DKI Jakarta, mendukung kegiatan itu dengan menyediakan fasilitas ramah bagi para pesepeda, seperti jalur khusus sepeda, ruang parkir sepeda, dan juga kawasan tanpa kendaraan bermotor.   

Sayangnya, seiring dengan maraknya kegiatan bersepeda, aksi kejahatan berupa perampasan atau penjambretan juga kerap terjadi belakangan ini, bahkan di jalan protokol seperti di kawasan Sudirman-MH Thamrin.

Seorang pengguna sepeda bernama Mutia mengaku memang sering mendengar kabar bahwa jambret yang menyasar pesepeda semakin sering beraksi. Alhasil, informasi itu membuatnya tak terlalu bersemangat melakukan olahraga tersebut.

Sementara itu, seorang pesepeda bernama Acen yang pernah mengalami kejadian penjambretan menjadi trauma. "Ya sekarang jadinya milih olahraga lari. Sepedaan juga mikir-mikir, paling di lokasi-lokasi dekat rumah aja jadi gak perlu bawa barang berharga,” ujar Acen salah seorang pesepeda yang pernah menjadi korban penjambretan di kawasan FX Sudirman.

Pihak kepolisian diketahui telah beberapa kali menangkap para penjambret, misalnya Polsek Metro Menteng yang menangkap spesialis jambret berinisial BG pada Sabtu, 17 Oktober 2020 lalu.  Ternyata ada satu pelaku lagi yang berhasil kabur.  

Kanit Polsek Metro Menteng Komisaris Polisi Ghozali Luhulima mengatakan pihaknya menyiapkan pasukan untuk menganalisis titik-titik rawan penjambretan yang mengintai para pesepeda di kawasan Menteng.

“Seminggu ini tim buser kita akan analisa jam-jam rawan si pelaku jambret beraksi dan di lokasi mana saja nih yang jadi sasarannya. Kita cocokan juga sama data yang kemarin kita himpun," ujar Ghozali.

 

Sementara, Polres Jakarta Selatan pun membentuk Satgas Khusus Anti Begal sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi para pesepeda untuk melakukan aktivitasnya khususnya di Jakarta Selatan.

“Walaupun ada sebagian kejadian (penjambretan pesepeda) itu melapor dan tidak melapor, namun bagaimanapun juga itu menimbulkan keresahan. Keresahan ini yang perlu kita jawab dengan kesiapan kami membentuk Satgas khusus gabungan," ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto.

Meski polisi tidak diam saja dengan adanya aksi kejahatan yang menyasar para pesepeda, tetap saja langkah antisipasi pribadi merupakan yang paling utama dilakukan.

Salah satu komunitas pesepeda yang menyampaikan apresiasi atas upaya- upaya petugas keamanan menjaga para pesepeda itu adalah komunitas Brompton Owner Group Kelapa Gading dan Sekitarnya (Bogas).

Ketua komunitas Bogas Chriswanto bahkan menyampaikan harapannya agar dengan adanya penjagaan dari petugas keamanan secara khusus bagi pesepeda maka tidak ada lagi kasus penjambretan yang harus dialami pengguna kendaraan beroda dua yang ramah lingkungan itu.

Namun, kata Chriswanto menyampaikan bagi pesepeda juga harus melakukan proteksi diri secara mandiri agar dapat terhindar dari penjambretan saat sedang mengayuh sepeda di jalanan Jakarta.

Ia membagikan empat tips yang bisa diikuti oleh pesepeda lainnya agar aman saat bersepeda khususnya untuk menghindari penjambret-penjambret yang ringan tangan.

"Pertama, hindari menaruh barang berharga di lokasi-lokasi yang mencolok. Seperti meletakkan ponsel (telepon seluler) di setang sepeda, di belakang baju, dan di dalam tas selempang yang longgar. Itu sebisa mungkin dihindari," ujar Chriswanto.

Hal itu dilakukan agar pesepeda tidak terlihat mencolok dan menarik perhatian penjambret sehingga pesepeda dapat aman saat mengayuh sepeda.

Kiat kedua, adalah bersepeda bersama komunitas atau beriringan dengan kelompok. Hal itu perlu dilakukan karena hingga saat ini penjambret spesialis pesepeda melancarkan aksinya saat pesepeda tidak ditemani orang lain atau sendirian.

Selanjutnya dan kiat yang paling penting adalah selalu menggunakan alat pelindung diri seperti helm saat bersepeda. Pelindung diri menjadi penting jika terjadi penjambretan setidaknya organ terpenting yaitu kepala dapat terlindungi.

Kiat terakhir yang dapat dilakukan pesepeda agar aman saat bersepeda di Jakarta adalah istirahat di trotoar.

"Istirahatnya jangan di badan jalan, karena itu rentan sekali penjambret melancarkan aksinya. Jambret itu melancarkan aksinya naik motor. Kalau di badan jalan otomatis dia bisa sedikit berhenti dan merebut barang berharga kita, saat istirahat di badan jalan. Jadi pastikan di trotoar sehingga memperkecil potensi penjambretan," ujar Chriswanto.

Bagi komunitas ada tips tambahan yang dapat diikuti dan dicontoh dari Bogas agar kegiatan gowes dapat berjalan lebih nyaman yaitu menyiapkan tim pengamanan tambahan yang menggunakan sepeda motor untuk mengawal rombongan pesepeda. Demikian seperti dikutip dari Antara.

Editor : Irawan.H.P