• News

  • Hiburan

Djakarta Teater Platform Embrio Menuju Internasional

Djakarta Teater Platform embrio menuju internasional
Djakarta Teater
Djakarta Teater Platform embrio menuju internasional

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam dua tahun terakhir, Komite Teater sebagai basis penciptaan dalam Djakarta Teater Platform (DTP) telah menampilkan pertunjukan dari mancanegara, termasuk Inggris, Jepang, Hong Kong, dan Filipina. Ini diakui menjadi embrio menuju platform festival teater internasional di Jakarta.

DTP sendiri merupakan program yang diselenggarakan oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), British Council dan The Japan Foundation serta Institut Kesenian Jakarta.

DTP kali ini mendatangkan tiga kelompok seniman teater luar negeri, selain hadirkan seniman lokal. Tiga kelompok tersebut adalah Impermanence Dance Theatre dan Corali Dance Company dari Inggris, serta Sutradara Theatre Company Shelf Yasuhito Yano dari Jepang.

"Kami sangat antusias bisa tampil dan kerja sama dengan orang yang berbeda dan teks yang berbeda. Kami juga mengharapkan kerjasama baru dengan orang berbeda dan teater dengan bentuk seni yang lain," kata Co directors of Impermanence Dance Theatre Joshua Ben Tovim saat konferensi pers di Gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (8/7/2019).

Pada sesi diskusi, ada perbincangan tentang “Willian Shakespeare dan Masa Kini” dengan narasumber utama Paul Smith, Direktur British Council lndonesia, dan Ari J Adipurwawidjana, pengajar teori kritik, drama, dan kesusastraan, terutama yang berbahasa Inggris, di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Di sela-sela kegiatan pameran, ada diskusi “Rawayan Forum", sebuah antologi pembacaaan teks teater masa kini, yang menghadirkan beberapa narasumber, yakni Rebecca Kezia, Ganjar Hermansyah Wijaya, Mohammad Abe, lrfan Palipui, Taufik Darwis, Shinta Febriany dan Riyaldhus Sholihin.

Selain itu, DTP juga menghadirkan diskusi bertemakan “Biografi Penciptaan dengan narasumber yang adalah seniman partisipan, yakni: Budi Yasin Misbach (sutradara Teater Alamat), Bambang Prihadi (sutradara Lab Teater Ciputat), Dendi Madya (sutradara Artery Performa), Gema Swaratyagita (komposer), Robert Bentall (Komposer impermanence), Shinta Febriany (sutradara Kala Teater).

Pada sesi pameran, ada pameran naskah drama yang bertemakan “Ruang Riuh” yang dikurasi oleh kurator muda berbakat Rebecca Kezia, dengan tipografis oleh Afrizal Malna, dan art display oleh Budi Renil, bertempat di Loby Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 8-14 Juli 2019.

Para sesi pertunjukan, ada pertunjukan dari lima komunitas teater yang telah dikurasi oleh manajemen dan pakar seni DK] berkat prestasi mereka di panggung teater nasional. Mereka adalah: Artery Performa (Underscore Copy Paste Sae), Gema Swaratyagita dan Laring Project (Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim), Kala Teater (Suara-suara Gelap -Dari Ruang Dapur), Lab Teater Ciputat-lakarta (Sinopsis TIM 2019+) dan Teater Alamat (Setengah Komplek-X).

Kali ini, DPT merupakan penyelenggaraan ke-4 yang akan dilaksanakan sepanjang 8-20 Juli 2019 di Gedung Graha Bakti Budaya - Taman Ismail Marzuki (TIM), dengan tema "Kekuasaan dan Ketakutan".

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani