• News

  • Hukum

Marwah Pilih Mundur dan Bela Dimas Kanjeng, Ini Tanggapan MUI

Marwah Daud Ibrahim
Marwah Daud Ibrahim

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia telah menerima surat pengunduran diri Marwah Daud Ibrahim sebagai Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI. Meski baru melalui pesan singkat di WhatsApp, namun Marwah menyatakan akan mengirimkan surat resmi pengunduran dirinya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia, Najamuddin Ramly membenarkan pengunduran diri politisi asal Gerindra itu. MUI pun, kata Najamuddin, menghargai keputusan Marwah untuk mundur, dan memilih mengikuti Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

" Marwah Daud Ibrahim mengundurkan diri per 3 Oktober meski secara tertulis lewat pesan elektronik WhatsApp kami terima tanggal 4 Oktober. Nanti menyusul surat resmi," kata Najamuddin.

Menurut Najamuddin, dengan pengunduran diri itu berarti MUI sudah tidak memiliki hubungan secara kelembagaan dengan Marwah. Dikatakannya, tindakan dan keyakinan Marwah untuk tetap membela Padepokan Dimas Kanjeng lebih bersifat pribadi.

Secara pribadi, Najamuddin belum mengerti mengapa Marwah lebih memilih Yayasan Kanjeng Dimas dan mengundurkan diri dari MUI.

Sebagai seorang yang berintelektual, organisatoris dan politisi, kata dia, seharusnya Marwah tidak percaya dengan tindakan di luar logika yang menyimpang dari akidah Islam, seperti yang dilakukan  Dimas Kanjeng.

"Kenapa Marwah tertarik? Sebagai intelektual, Koordinator ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) dan peneliti, logikanya tidak masuk akal, bisa tertarik. Saya kira ini perbuatan sihir dan nujum, Marwah diperlihatkan trik-trik Kanjeng Dimas," ucapnya.

Taat Pribadi, pimpinan Pondok Dimas Kanjeng, menjadi tersangka pembunuhan terhadap mantan santrinya. Pria yang mengaku bisa menggandakan uang itu juga jadi tersangka penipuan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Hila Japi