• News

  • Hukum

Polisi Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Sadis di Surabaya

Ilustrasi.
Istimewa
Ilustrasi.

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengantongi ciri-ciri pelaku dugaan kasus pembunuhan seorang perempuan paruh baya di Jalan Raya Lakarsantri Surabaya.

"Kalau identitas pelaku kami belum tahu, hanya ciri-cirinya saja yang sudah kami kantongi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Leonard Sinambela saat dikonfirmasi, Jumat (1/9/2017).

Dugaan pembunuhan sadis itu diketahui pada Kamis siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Korban teridentifikasi bernama Suwartik, usia 55 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tempat dia sehari-harinya membuka warung kopi di Jalan Lakarsantri Surabaya.

Hasil olah TKP kejadian perkara yang dilakukan polisi menemukan luka tusuk pada bagian leher korban.

Leonard memaparkan, hasil olah tempat kejadian perkara juga menemukan bekas cekikan pada leher korban.

"Korban juga diduga dipukul pelaku menggunakan benda tumpul pada bagian wajahnya," katanya.

Korban yang terdaftar sebagai warga Jalan Karangan Gang 6 Wiyung Surabaya dan memiliki tiga orang anak itu diketahui baru membuka warung kopi di Jalan Raya Lakarsantri sejak 1,5 tahun terakhir.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang dihimpun polisi, korban mengontrak tempat untuk membuka warung kopi tersebut senilai Rp7 juta selama dua tahun.

Sebelum ditemukan tewas, sejumlah saksi mengatakan korban membuka warung hingga tengah malam.

Bahkan setelah warungnya tutup, sejumlah saksi yang juga menginformasikan sempat mendengar korban sedang makan sahur untuk puasa Arafah.

"Sejumlah barang milik korban kemungkinan dicuri pelaku, di antaranya telepon seluler, dompet dan sepeda motor Honda Beat," ujar Leonard.

Namun polisi masih belum dapat memastikan apakah kematian korban terkait dengan kejahatan pencurian dengan kekerasan atau murni kasus pembunuhan.

"Penyelidikan masih berlangsung. Termasuk kami terus menggali keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap identitas pelaku," ucapnya.

Editor : Redaksi
Sumber : Antara