• News

  • Kesra

Ini Bedanya Penyebab Pernikahan Anak di Kota dengan di Desa

Pernikahan usia dini banyak terjadi di Indonesia.
Women's Web
Pernikahan usia dini banyak terjadi di Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernikahan di usia dini ternyata juga banyak terjadi di perkotaan, meski faktor terjadinya perkawinan anak berbeda dengan di pedesaan.

Jika di pedesaan faktor utama perkawinan anak terjadi adalah masalah ekonomi. Keluarga yang ekonominya pas-pasan justru membuat orangtua ingin segera menikahkan anaknya.

Tetapi, terjadinya perkawinan anak di perkotaan disebabkan karena masalah ketahanan keluarga yang rapuh.

Dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi, Dr dr Julianto Witjaksono, SpOG(KFER) membenarkan alasan tersebut.

"Mengapa perkawinan anak banyak terjadi di perkotaan? Padahal, tingkat pendidikan di perkotaan terbilang mencukupi. Saya pikir ini berkaitan dengan ketahanan keluarga yang rapuh," katanya, Jumat (29/9/2017).

Kesibukan orangtua bekerja seharian dapat menyebabkan perhatian kepada anak sangat kurang. Orangtua tidak memberikan waktu yang cukup untuk berbincang dengan anak.

"Anak bisa terjerumus pergaulan bebas dan hamil. Ini yang mengakibatkan terjadinya perkawinan anak," kata Amrullah, Child Marriage Program Manager Plan International Indonesia.

Menurutnya yang lebih jelas membedakan penyebab terjadinya perkawinan anak antara di desa dan di perkotaan adalah karakter antara anak-anak di desa dan di kota.

Menurutnya anak-anak di perkotaan merasa lebih bebas dan lebih berani untuk melakukan hubungan intim lebih dini.

"Anak-anak muda di perkotaan itu cenderung berani. Mereka masuk dalam pergaulan bebas. Berani pergi dari rumah dan seks bebas. Bahkan pada saat seks bebas, mereka berani bereksperimen dengan kondom. Jika tidak bisa membeli kondom karena masih di bawah umur, mereka bisa memesan lewat toko daring atau minta diantar pakai layanan ojek online," jelas Amrullah.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang