• News

  • Kesra

Ini 5 Kabupaten yang Komitmen Cegah Perkawinan Anak

Terdapat lima kabupaten yang komitmen cegah perkawinan anak.
Bantaeng
Terdapat lima kabupaten yang komitmen cegah perkawinan anak.

JAKARTA, NNC - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama The United Nations Population Fund (UNFPA) melakukan pendokumentasian praktik terbaik terkait pencegahan perkawinan anak di lima kabupaten di Indonesia. Lima kabupaten tersebut diantaranya Rembang, Gunung Kidul, Lombok Utara, Maros, dan Pamekasan.

Kelima kabupaten tersebut dinilai mampu menekan masalah perkawinanan anak, memiliki angka perkawinan anak yang rendah dan praktik terbaik dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Kelima kabupaten juga memiliki komitmen yang tinggi dalam mencegah perkawinan anak, mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga masyarakatnya.

"Kabupaten Rembang, Gunung Kidul dan Lombok Utara menjadikan program pencegahan perkawinan anak menjadi salah satu prioritas daerah dan harus dilaksanakan oleh perangkat daerah sekaligus diperkuat oleh kelompok perlindungan anak yang dibentuk dari level desa hingga kabupaten," kata Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin.

Selain itu, prioritas tersebut didukung dalam pengalokasian anggaran kegiatan perangkat daerah hingga desa. Kabupaten Rembang juga telah mengambil langkah koordinasi PUSPAGA dan Pengadilan Agama dalam upaya pencegahan perkawinan anak di Rembang.
 
"Terobosan yang sangat baik juga dilakukan oleh Kabupaten Pamekasan sebagai daerah religius dengan jumlah pesantren yang cukup banyak. Tokoh agama ikut menjadi aktor penting dalam upaya pencegahan perkawinan anak," kata Lenny.

Kata Lenny, beberapa pesantren juga menambah satu tahun masa pembelajaran untuk menyelesaikan kitab yang berisi tentang pembelajaran keluarga. Sedangkan Kabupaten Maros terus berusaha mendorong kebijakan daerah terhadap perlindungan anak.
 
“Sudah menjadi tugas kita semua untuk memutus lingkaran setan perkawinan anak. Perkuatlah upaya-upaya saling berbagi pengalaman-pengalaman terbaik upaya pencegahan perkawinan anak dan jadikanlah hal tersebut sebagai benteng pertahanan untuk menyelamatkan perempuan dan anak," harap Lenny.

Pernyataan ini disampaikan karena Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dan ke 2 di ASEAN dengan angka perkawinan anak tertinggi.

Selain memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perkawinan anak juga memengaruhi Indeks Kedalaman Kemiskinan.  Perkawinan anak juga mengancam kegagalan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani