• News

  • Kesra

Populasi Lansia Meningkat, Ini 4 Langkah Penting Tingkatkan Kualitas Hidup

Populasi lansia meningkat.
Mature
Populasi lansia meningkat.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Populasi lanjut usia (lansia) cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia di Indonesia. Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lansia, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya mengimplementasikan empat aspek kebijakan.

Pertama, membangun keluarga harus sadar akan kesehatan lansia secara utuh, pasalnya keluarga merupakan unsur terpenting bagi bangsa dan negara. Dari keluarga diharap bisa mewujudkan lansia yang aktif, sehat dan tetap berguna untuk bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Mensos dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dalam seminar dan talkshow “Kiat Sukses Menjadi Lansia Aktif, Sehat dan Tetap Berguna untuk Bangsa dan Negara”, di Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Mewakili Mensos, Edi hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lansia Aktip (Lantip) ini, yang menghadirkan beberapa lansia yang masih aktif.

"Lansia perlu dipahami dari aspek kehidupan sebelumnya (fase anak, fase remaja dan fase dewasa) sesuai dengan pendekatan siklus hidup. Nah, penguatan keluarga semacam ini merupakan tugas pemerintah pusat dan daerah," kata Edi.

Kedua, semua pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah dituntut proaktif memberikan dukungan. Masyarakat diharapkan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada lansia antara lain dengan memberi kesempatan kerja sesuai kemampuan dan menyediakan ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri para lansia.

Sarana layanan dukungan bagi lansia seperti sarana peribadatan, layanan dukungan mental, dan spiritual penting disiapkan. Selain itu, diperlukan adanya jaminan kesehatan lansia terlantar di panti jompo atau panti sosial agar lansia merasa dipedulikan dan tidak terasingkan.

Ketiga, sejalan dengan inovasi teknologi komunikasi, penggunaan teknologi dalam mendukung layanan terhadap lansia dipandang penting karena dapat mewujudkan lansia yang mandiri dan tidak membebani keluarga. Misalnya, dengan memberikan akses layanan negara secara online, baik layanan konsultasi kesehatan, konsultasi ekonomi, dan sosial.

Yang terakhir namun tidak kalah penting adalah aksi nyata pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kemudahan pada lansia dalam penggunaan fasilitas umum. Di antaranya, puskesmas ramah lansia, fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, terminal bus, stasiun kereta api, dan taman kota, dan sebagainya.

"Dengan ditata ulangnya seluruh sarana tersebut sesuai dengan kebutuhan khusus dan keterbatasan lansia, maka mereka dapat beraktifitas dengan nyaman dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

Empat catatan tersebut tidak lepas dari data statistik lansia berdasarkan sejumlah survei. Mengutip hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018 bahwa penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 24,49 juta jiwa.

Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Atau dalam istilah lain, struktur demografi Indonesia tergolong berstruktur tua. Maka dari itu, apa yang disampailan Edi merupakan langkah-langkah antisipatif agar lansia di Indonesia lebih sehat dan produktif dan berperan dalam pembangunan bangsa.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani