• News

  • Kesra

Isu Maju di Pilkada Jatim 2018, Ini Penjelasan Mensos

Mensos Khofifah Indar Parawansa. (Dok: NU)
Mensos Khofifah Indar Parawansa. (Dok: NU)

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa membaur bersama lebih dari 10.000 peserta dalam kegiatan doa bersama untuk bangsa, yang sebelumnya diawali Haul almarhum Indar Parawansa yang merupakan suami Khofifah. Usai doa bersama, sejumlah pertanyaan menyasar Mensos Khofifah, tentang santernya pemberitaan dirinya akan maju di Pilkada Jawa Timur 2018.

Dalam kesempatan tersebut Mensos menegaskan saat ini dirinya berfokus pada tugas-tugas di Kementerian Sosial.

Sebagai Menteri Sosial, dia mengaku berusaha menjalankan tugas sebaik-baiknya membantu Presiden dalam menyelenggarakan urusan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin.

Mensos juga mengimbau semua pihak khususnya rekan-rekan media untuk terus menyuarakan dan menginformasikan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan khususnya di Kementerian Sosial.

"Tahun depan (2018) kita akan memasuki era dimana bansos PKH  diberikan kepada 10 juta keluarga  penerima manfaat. Untuk Rastra, akan diberikan secara non tunai atau dialihkan ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 10 juta penerima manfaat. Jadi penerima PKH juga akan menerima BPNT," kata Mensos Khofifah dalam siaran persnya, Senin (24/4/2017).

Apalagi, lanjutnya, tahun depan sejumlah bansos dan subsidi seperti listrik dan pupuk akan diintegrasikan dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang didalamnya telah terdapat bansos PKH dan BPNT.

Dengan adanya komplementaritas bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat, lanjutnya, akan meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat.

"Agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga gini ratio antara warga negara yang berada pada level bawah dan level atas tidak terlalu jauh kesenjangannya," ujar Mensos.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani