• News

  • Kesra

Tradisi Beseprah, Simbol Kedekatan Raja dan Rakyatnya

Masyarakat Kutai Kartanegara berbondong-bondong mengikuti Tradisi Beseprah.
Kutai Kartanegara
Masyarakat Kutai Kartanegara berbondong-bondong mengikuti Tradisi Beseprah.

TENGGARONG, NETRALNEWS.COM - Ribuan masyarakat dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur mengikuti tradisi beseprah yang diselenggarakan di depan Kedaton Kutai Kartanegara, Jalan Monumen Timur, Rabu (26/7/2017) pagi.

Masyarakat sejak pagi berbondong-bondong mendatangi tempat berlangsungnya acara. Begitu sampai, mereka langsung mengambil posisi duduk di atas aspal yang sudah dialasi karpet untuk makan bersama.

"Tradisi ini merupakan simbol kedekatan raja dan rakyatnya atau sekarang pemerintah dan rakyatnya," ujar Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari usai pelaksanaan acara.

Beseprah mempunyai makna makan bersama sambil duduk bersila. Dahulu, pada zaman Kesultanan Kutai Kartanegara, Sultan setiap berkunjung ke kampung-kampung selalu melakukan beseprah. Begitu juga pada pelaksanaan Erau.

Dalam acara itu, beragam kuliner khas Kutai Kartanegara dihidangkan.

"Beseprah juga bertujuan untuk saling berbagi dan saling menghormati," tambah Rita.

Beseprah dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan Festival Rakyat Internasional Erau atau Erau International Folk Arts Festival (EIFAF). Dalam festival tersebut, berbagai adat istiadat dan juga tarian internasional ditampilkan.

"Kami terus berkomitmen untuk melestarikan budaya Kutai." Seorang wisatawan dari Samarinda, Ari Wijayanti, mengatakan pihaknya sangat takjub dengan pelaksanaan Beseprah tersebut.

"Saya belum pernah lihat tradisi seperti ini, yang mana rakyat dan pemerintah duduk dan makan bersama-sama," kata Ari.

Ari berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung, karena termasuk bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Beseprah tersebut Erau merupakan pesta rakyat yang merupakan warisan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara. Kini, Erau dilaksanakan setiap tahun. Erau 2017 diselenggarakan pada 22 Juli hingga 30 Juli.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara