• News

  • Megapolitan

FPI Minta Klarifikasi Pemberitaan Kompas

Ormas FPI saat berkunjung ke Kantor Kompas Grup. (hidayatullah.com)
Ormas FPI saat berkunjung ke Kantor Kompas Grup. (hidayatullah.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Front Pembela Islam ( FPI) mendatangi kantor redaksi Kompas Group di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Barat, Kamis (16/6/2016). Kedatangan organisasi massa itu untuk meminta klarifikasi pemberitaan Kompas TV terkait kasus razia warung makan Tegal (warteg) di Serang, Banten beberapa hari lalu, yang dianggap berlebihan.

FPI menilai Kompas telah melakukan penggiringan opini publik untuk menyudutkan Perda Ramadan di Kota Serang dengan memanfaatkan kasus razia Warteg Saeni.

“Kami ke sini ingin menyampaikan opini kami soal Peraturan Daerah (Perda) pada saat Kompas memberitakan soal warteg di Serang itu, sepertinya menggiring opini publik tentang pelanggaran razia,” kata juru bicara FPI Munarman di ruang Humas Kompas Group, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Pemberitaan terkait razia warung makan milik Saeni (53) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Serang, Banten, dinilai FPI telah menyudutkan Syariat Islam.

“Jika mau memberitakan tolong dijaga pemberitaannya jangan menyinggung”, kritiknya.

Sementara, juru bicara Kompas Gramedia Widi Kristiawan mengatakan, pihak Kompas memang membutuhkan teman yang bisa meluruskan jika ada yang melenceng.

Terkait kasus Warteg Saenih, Widi menganggap memang akan ada efek yang timbul dari pemberitaan. Namun menurutnya, Kompas tidak punya niat buruk terhadap pihak manapun.

“Kami enggak pernah punya niat jahat”, ujar Widi.

Sementara, Ketua Bidang Penegakan Syariat Islam FPI Awit Masyhuri mengatakan pihaknya hanya menyampaikan keberatan tanpa ada perjanjian tertulis. Menurut dia, Kompas tidak akan mengulangi.

"Kita akan hadapi siapa pun mereka yang menyudutkan Syariat Islam," kata Awit.

Selama FPI bertamu, Kantor Kompas dijaga sekitar dua puluhan polisi. pihak FPI yang datang dengan 15 orang diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Yogi Nugraha.


 

Editor : Y.C Kurniantoro