• News

  • Megapolitan

Bamus Betawi Minta Pemerintah Pusat Tetapkan Hari Tenun dan Songket Nasional

Ketua Umum Bamus Betawi Zainuddin dan Anna Mariana
NNC/Adiel Manafe
Ketua Umum Bamus Betawi Zainuddin dan Anna Mariana

JAKARTA, NNC - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi meminta pemerintah pusat agar segera mengakui, mendukung, dan menetapkan secara sah 'Hari Tenun dan Songket Nasional.'

"Sudah saatnya pemerintah mencetuskan  dan meresmikan adanya Hari Tenun dan Songket Nasional," kata Ketua Umum Bamus Betawi Zainuddin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Menurut Zainuddin, alasan Bamus Betawi meminta pemerintah pusat menetapkan Hari Tenun dan Songket Nasional, karena tenun dan songket merupakan aset dan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang harus dilestarikan secara turun temurun.

"Kain tenun dan songket memberikan nilai tersendiri yang dapat menujukan 'kebesaran' bagi orang-orang yang mengenakan dan membuatnya," ujar pria yang akrab disapa Bang Oding itu.

Dijelaskannya, kerajinan tenun songket merupakan salah satu produk tekstil tradisional yang dapat ditemukan di banyak daerah di Indonesia, dan masing-masing daerah memiliki ciri dalam teknik pembuatan dan motif. Ciri ini menjadi identitas budaya dari masing-masing sentra kerajinan tenun songket.

"Tenun dan songket tidak hanya selembar kain benda pakai, tenun dan songket adalah simbol budaya yang telah merasuk dalam kehidupan, tradisi, sistem nilai, dan sosial masyarakatnya," tandasnya.

Sementara itu pengabdi, pelopor dan pelestari budaya serta desainer Wastra Tenun dan Songket Nusantara, Anna Mariana, menyatakan dukungannya kepada Bamus Betawi untuk mengangkat dan melestarikan budaya Indonesia khususnya saat ini telah lahir sejarah dan budaya baru kain Tenun dan Songket Betawidi Jakarta.

"Sebelumnya budaya wastra dan mode di Betawi hanya ada batik-batik saja, saat ini sudah punya pengembangan dan inovasi produk budaya baru yang hand made dan tradisional yaitu kain tenun dan songket Betawi," tutur Anna Mariana Kamis (8/2/2018).

Anna menambahkan, Tenun dan Songket Betawiyang mempunyai ciri khas khusus icon-icon Betawi yang  berkelas, elegan dan berkualitas baik dapat menjadi kebanggaan masyarakat Betawi, khususnya di Jakarta.

"Dengan karya cipta saya tersebut, yang saya persembahkan untuk masyarakat Betawi di Jakarta dan masyarakat seluruh Indonesia khusus nya bahkan harapan nya akan produk tradisional hand made," paparnya.

Anna berharap, produk budaya Betawi tersebut akan mampu mendobrak dunia fashion dan mode juga produk interior, dekorasi, dan sebagainya di pasar mancanegara.

"Seperti daerah-daerah lain yang telah lebih dulu mempunyai produk budaya tradisional tenun dan songket yang telah dikenal di mancanegara, saat ini kita berjuang mengangkat budaya-budaya Betawi di Jakarta yang mana Kota Jakarta  ini sebagai pusat dan merupakan barometer Indonesia," pungkasnya.

Lebih jauh Anna mengajak generasi muda untuk bangkitkan rasa kepedulian dan rasa kecintaan nya pada sejarah dan budaya Betawi yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono