• News

  • Megapolitan

Wow! Praktik Prostitusi di Kalibata City Beroperasi 18 Jam Tiap Harinya

Apartemen Kalibata City
dok.Istimewa
Apartemen Kalibata City

JAKARTA, NNC - Jajaran Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan prostitusi daring (online) via WeChat di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam praktik prostitusi tersebut, muncikarinya telah menyiapkan puluhan wanita dengan jam operasional hingga 18 jam.

"Kita ungkap hasil prostitusi yang dipesan secara online melalui WeChat," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Dua tersangka yang berperan sebagai mucikari yang diringkua yaitu H alias A (31) yang berperan sebagai papi, dan M alias R (35) sebagai mami.

Kedua tersangka menggunakan media sosial, WeChat, untuk mempermudah mencari pelanggan di area sekitar Apartemen Kalibata. "Fasilitas yang ditawarkan, awalnya, berkedok pijat tradisional," ujar Ade.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, Papi dan Mami menyewa dua unit apartemen di dua tower, yakni tower Akasia dan Herbras.

Keduanya menyediakan jasa sepuluh pekerja seks komersial yang beroperasi sekira pukul 09.00 hingga 03.00 WIB. Kepada para pelanggan, pelaku mematok tarif Rp500 ribu untuk jasa pijat 'plus-plus'.

"Setelah pelanggan sepakat dengan harga, mereka naik ke atas. Di dalam unit apartemen sudah disediakan kondom untuk service lebih," ucap Rovan.

Pengungkapan kasus bermula, saat penyidik menggunakan aplikasi WeChat di Apartemen Kalibata. Tak lama berselang, pesan berantai yang menawarkan jasa pijat tradisional masuk ke akun penyidik.

"Ternyata itu, kedok pelaku untuk menawarkan jasa pijat 'plus-plus'," kata Rovan.

Penyidik yang berpura-pura sebagai pelanggan pun, naik ke lokasi. Di salah satu unit apartemen itu, Papi dan Mami pun ringkus oleh pihak kepolisian.

Dalam kasus ini, kedua muncikari tersebut dijerat pasal 296 KUHP tentang dugaan tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.

Keduanya juga terancam dijerat pasal 506 KUHP tentang pelanggaran terhadap ketertiban umum dengan ancaman hukuman satu tahun.

Dari para tersangka diamankan barang bukti empat ponsel genggam, uang tunai Rp1,4 juta, satu kondom bekas pakai, satu akses lift Apartemen Kalibata, dan satu handbody.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya