• News

  • Megapolitan

Praktik Prostitusi ‘Pijat Plus‘ di Kalibata City Telah Beroperasi Setahun

Ilustrasi pijat
dok.womenshealthmag
Ilustrasi pijat

JAKARTA, NNC - Jajaran Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan prostitusi daring (online) via WeChat di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. 

Praktik prostitusi yang berkedok pijat tradisional itu ternyata telah beroperasi selama setahun.

"Para tersangka sudah beroperasi selama satu tahun dengan keuntungan ratusan juta rupiah," tutur Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Namun, ia tidak menjelaskan berapa nilai tepatnya keuntungan yang telah didapat para pelaku yang berperan sebagai muncikari.

Sebelumnya ia menjelaskan, muncikari tanah biasa dipanggil "papi" dan "mami" ini menyewa dua unit apartemen di dua tower, yakni tower Akasia dan Herbras.

Keduanya mematok tarif Rp500 ribu untuk jasa pijat 'plus-plus' kepada para pelanggannya. "Setelah pelanggan sepakat dengan harga, mereka naik ke atas. Di dalam unit apartemen sudah disediakan kondom untuk service lebih," kata Rovan.

Pengungkapan kasus bermula, saat penyidik menggunakan aplikasi WeChat di Apartemen Kalibata. Tak lama berselang, pesan berantai yang menawarkan jasa pijat tradisional masuk ke akun penyidik.

"Ternyata itu, kedok pelaku untuk menawarkan jasa pijat 'plus-plus'," kata Rovan.

Penyidik yang berpura-pura sebagai pelanggan pun, naik ke lokasi. Di salah satu unit apartemen itu, Papi dan Mami pun ringkus oleh pihak kepolisian.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menambahkan, dua tersangka yang berperan sebagai mucikari yang diringkus yaitu H alias A (31) yang berperan sebagai papi, dan M alias R (35) sebagai mami.

Kedua tersangka menggunakan media sosial, WeChat, untuk mempermudah mencari pelanggan di area sekitar Apartemen Kalibata. 

 

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya