• News

  • Megapolitan

Ahok Pakai Pepatah Tiongkok untuk Menjawab Hasil Survei LSI

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).(dok.Ist)
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).(dok.Ist)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "Tidak usah terlalu senang sebelum ada bunyi empat paku di atas peti mati, kamu jangan mengklaim kamu hebat." Begitulah kira-kira pepatah Tiongkok yang disinggung Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menanggapi hasil survei yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Ahok memaknai pepatah itu sebagai pengingat agar lebih baik menunggu hasil akhir Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pada Rabu (10/11/2016) kemarin, LSI merilis hasil survei tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI Jakarta 2017. Diketahui, menurut rilis LSI, tingkat elektabilitas pasangan petahana Ahok-Djarot Saiful Hidayat terlihat anjlok 24,6 persen.

Sementara, pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menyodok diurutan kedua dengan meraih 20.9 persen suara. Disusul oleh pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan 20 persen suara.

Ahok tak mau ambil pusing. Menurutnya, LSI juga pernah melakukan survei yang sama saat dia mencalonkan diri sebagai bupati Bangka Belitung pada 2007. Saat itu, LSI lebih menaikkan elektabilitas calon pasangan lainnya, yaitu almarhum Eko Maulana Ali.

"Turun di survei, ya tidak apa-apa, itu kan' memang LSI dari sejak Pilkada Babel membela Eko Maulana Ali. Dari dulu dia (LSI) begitu," kata Ahok, di kediamannya, Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (11/11/2016).

Kendati demikian, Ahok lebih memilih untuk foksu menjalankan roda pemerintahannya di Jakarta, setelah Pilkada selesai, apapun hasilnya, kalah atau menang. "Saya sudah bilang kan' saya ini sampai Oktober 2017 kok berakhir," pungkas Ahok.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya