• News

  • Megapolitan

Kepergok Tinggal Sekamar dengan Pacar, Dua Sejoli akan Dinikahkan

Mirna Mailani alias Sherly (22) siap dinikahkan (dok.infonitas)
Mirna Mailani alias Sherly (22) siap dinikahkan (dok.infonitas)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Tim Operasi Bina Penduduk ( Biduk) Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat mendapati sepasang kekasih tinggal sekamar dalam satu kos-kosan di Jalan Gedong I RT08/10, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (25/7/2017).

Kedua kekasih tersebut bernama Jamalullail (21) dan Mirna Mailani alias Sherly (22), saat digerebek tidak memiliki KTP DKI Jakarta dan tidak memiliki bukti nikah. Sudah sebulan lebih, mereka tinggal satu kamar tanpa adanya ikatan pernikahan. Keberadaan keduanya terjaring dalam Operasi Bina Penduduk ( Biduk) yang digelar Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat bersama TNI-Polri.

Tri Prasetyo, Lurah Pekojan berjanji akan menikahi dua sejoli itu. Bahkan, dia akan memfasilitasi seluruh pembiayaan proses pernikahannya. Rencananya mereka akan dinikahkan pada 17 Agustus 2017 di kantor kelurahan.

Kalian berdua urus surat pindah dan KTP DKI, nanti saya nikahkan di kantor kelurahan, gratis," ucap Tri kepada pasangan tersebut.

Kontan Jamal, sedang Mirna menangis menahan malu lantaran jadi tontonan warga.

Mirna dan Jamal adalah dua di antara 25 orang yang terjaring Operasi Biduk. Mereka didata karena tidak ber-KTP Jakarta tapi sudah lama tinggal di Tambora.

Dua sejoli ini mengaku terpaksa tinggal bersama dengan dalih tak memiliki biaya untuk melangsungkan pernikahan. Jamalullaim ber-KTP Ogan Komering Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, sedangkan Mirna Mailani ber-KTP Bandung, Jawa Barat.

Mereka bersedia melengkapi surat-surat yang dibutuhkan untuk melaksanakan akad nikah.


Operasi Biduk ini disasarkan pada penduduk musiman yang menghuni sejumlah indekos dan kontrakan. Mereka yang terjaring  dirujuk untuk membuat surat keterangan domisili dari Dukcapil di kelurahan.

Sebelum ke kelurahan, mereka harus membuat surat keterangan domisili pada pengurus RT/RW. Setelah itu, barulah ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kelurahan.

Dalam operasi itu, lurah Pekojan,  menahan KTP daerah yang dimiliki keduapuluh lima warga tersebut. KTP akan kembali diberikan pasca membuat surat keterangan domisili Dukcapil di kelurahan.

Editor : Wulandari Saptono