• News

  • Nasional

Tidak Kooperatif, KPK Bakal Tindak Tegas Budi Supriyanto

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Antara/Yudi Mahatma)
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Antara/Yudi Mahatma)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) siapkan tindakan tegas jika Politikus Golkar Budi Supriyanto tidak kooperatif terkait penyidikan kasus dugaan suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) yang menjeratnya sebagai tersangka.

Budi diketahui mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK pada Kamis (10/3/2016) kemarin dengan alasan sakit. Namun setelah dikonfirmasi, pihak rumah sakit membantah pernah mengeluarkan analisis sakit terhadap Budi.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief menyatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan sejumlah tindakan terhadap Budi. Syarif tak membantah, salah satu tindakan tersebut dengan langsung menahan Budi jika dia kembali tidak bersikap kooperatif.

"Penyidik lagi meneliti, kalau dia tidak kooperatif akan ada tindakan-tindakan lain," kata Syarief, Jumat (11/3/2016).

Sebelumnya, Budi yang sedianya diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek Kempupera mengaku sakit sehingga tidak dapat memenuhi pemanggilan KPK.

Untuk memperkuat alibinya, Budi melalui kuasa hukumnya menyampaikan surat keterangan sakit dari Rumah Sakit Roemani Semarang kepada KPK.

Namun, dalam surat keterangan yang diterima penyidik itu, tidak disebutkan diagnosis atas penyakit yang diderita Budi.

Melihat kejanggalan tersebut, penyidik pun menelepon pihak rumah sakit. Kepada penyidik, pihak rumah sakit mengaku tidak pernah mengeluarkan analisis dokter mengenai sakit yang diderita Budi. Untuk itu, Budi dinilai tidak hadir tanpa keterangan alias mangkir.

Editor : Firman Qusnulyakin