• News

  • Nasional

KPK Perpanjang Masa Penahanan Damayanti Cs 30 Hari

Ilustrasi Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) perpanjang masa penahanan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Damayanti Wisnu Putranti yang jadi tersangka kasus dugaan suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Tak hanya Damayanti, KPK juga perpanjang masa penahanan dua rekan Damayanti, Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin yang juga menjadi tersangka kasus ini.

"Berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi peneriman hadiah terkait Kempupera, penyidik melakukan perpanjangan penahanan DWP (Damayanti Wisnu Putranti), JP (Julia Prasetyarini) dan DAE (Dessy A Edwin)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (11/3/2016) malam.

Masa penahanan terhadap ketiga tersangka diperpanjang untuk 30 hari mendatang terhitung sejak Senin (14/3/2016) mendatang. Dengan demikian, Damayanti dan kedua rekannya itu akan menjalani masa penahanan setidaknya hingga 12 April 2016.

Damayanti, Dessy dan Julia ditangkap 13 Januari bersama Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Dalam operasi tersebut, tim Satgas KPK menyita uang sebesar SGD 99.000 yang diduga merupakan bagian dari janji suap sebesar SGD 404.000 atau sekitar Rp 3,9 miliar dari Abdul jika Damayanti mengamankan proyek kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono itu tahun anggaran 2016.

Proyek tersebut merupakan proyek jalan di Pulau Seram, Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Setelah diperiksa intensif, Damayanti bersama dua rekannya, Julia Prasetyarini, dan Dessy A Edwin ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Khoir ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 33 UU Tipikor.

Editor : Firman Qusnulyakin