• News

  • Hankam

Ini Sebelas Program Prioritas Pembangunan TNI Hasil Rapim 2018

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah).
KSP
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah).

JAKARTA, NNC - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara resmi menutup Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun 2018, Rabu (24/1/2018).

Rapim yang mengangkat tema "Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, TNI Siap Melaksanakan Tugas Pokok" itu menetapkan sebelas program prioritas pembangunan TNI pada tahun 2018 ini.

"Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan komitmen kebijakan pemerintah serta kepentingan sinkronisasi pembangunan gelar kekuatan TNI dengan pembangunan nasional maupun Visi Misi Panglima TNI yang dihadapkan dengan tugas-tugas TNI maupun alokasi anggaran TNI tahun 2018, maka ditetapkan sebelas program prioritas," kata Panglima TNI pada penutupan Rapim di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa 11 program prioritas dalam rangka pembangunan TNI, meliputi revitalisasi program-program didalam Minimum Essential Force (MEF); penyempurnaan Doktrin TNI dan Doktrin Angkatan; penyempurnaan organisasi TNI; pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI yang berbasis kompetensi; pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung; pembangunan TNI AL melalui penyusunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) terdiri atas Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan; dan pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremacy atau air superiority.

Menurut Marsekal Hadi, prioritas selanjutnya adalah pembangunan unit khusus yang terdiri dari pasukan-pasukan khusus Tri Matra; pengembangan sistem operasi Tri Matra yang berbasis teknologi yang meliputi Network Centric Warfare, C4ISR dan Cyber Warfare; penguatan diplomasi militer dan peningkatan kontribusi dalam rangka memenangkan kepentingan nasional; mewujudkan sistem pengadaan Alutsista yang berpedoman pada effect based dan interoperabilitas yang dilakukan secara transparan dan akuntabel serta bebas dari KKN.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini menegaskan bahwa TNI perlu mentransformasi dirinya menjadi suatu organisasi pertahanan negara yang profesional, modern, dan tangguh yang memiliki kemampuan proyeksi regional serta mampu berkomitmen secara global.

"Untuk itu, TNI memerlukan payung hukum yang kuat, penyesuaian doktrin yang integratif dan pengembangan SDM yang berjiwa kesatria, militan, loyal dan professional, serta diperlengkapi dengan Alutsista yang modern," ujarnya.

Disamping itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa TNI akan melanjutkan pengamanan, pembangunan dan melengkapi sarana dan prasarana di perbatasan serta pulau-pulau terluar tertentu dan daerah yang bersifat strategis, dengan prioritas di wilayah Timur dan Selatan Indonesia, yaitu Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Saumlaki), Pulau Morotai, Pulau Biak, dan Merauke dengan prioritas di tahun 2018 adalah Pulau Natuna dan Pulau Yamdena-Selaru.

"TNI juga akan membentuk kesatuan-kesatuan baru, yang diharapkan dapat berguna untuk memitigasi berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia Timur secara cepat," ujar Marsekal Hadi Tjahjanto.

 

Editor : Nazaruli