• News

  • Nasional

Malam Ini Gerhana Bulan Total, Ini Kata Presiden Jokowi 

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla.
KSP
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla.

JAKARTA, NNC - Fenomena alam gerhana bulan total atau "super blue blood moon" bakal bisa disaksikan masyarakat Indonesia pada Rabu (31/1/2018) malam ini.

Terkait peristiwa langka tersebut, Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyaksikannya langsung tanpa menyebut di mana lokasi tepatnya. 

"Yang jelas nonton di langit lah, nggak mungkin di tanah. Di langit nanti, nonton di langit," kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara Jakarta, Rabu siang.

Presiden Jokowi memang sengaja tidak mau menyebutkan lokasi rencana menyaksikan peristiwa Gerhana bulan total atau keseluruhan wajah bulan tertutup oleh bayangan bumi ini.

Menurut BMKG, gerhana "super blue blood moon" di Indonesia bagian barat akan mulai terjadi sekitar pukul 17.50 WIB dan berakhir pada pukul 23.10 WIB dan puncaknya diprediksi pada pukul 20.30 WIB.

Masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di Jakarta, tetap bisa menyaksikan fenomena langka tersebut meski cuaca berawan dan hujan.

BMKG memperkirakan Jakarta akan diguyur hujan lokal dan langit tertutup awan sekitar 62 persen.

Menurut BMKG, gerhana bulan total dapat diamati dari seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat untuk menonton bareng gerhana bulan total pada Rabu petang-malam karena momen ini hanya terjadi 150 tahun sekali di lokasi yang sama.

"Jadi ini adalah fenomena langka dengan gerhana bulan yang diikuti supermoon, bluemoon dan bloodmoon. 150 tahun itu sangat lama bahkan usia manusia tidak sampai segitu," kata Dwikorita di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Dia mengatakan supermoon adalah penampakan bulan penuh dengan tingkat lebih terang dan besar dari biasanya karena posisi bulan dan bumi sangat dekat. Pada waktu yang sama, kata dia, purnama dan gerhana akan tampak lebih besar dari biasanya.

Selanjutnya soal bluemoon, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu mengatakan istilah bulan biru itu merujuk pada fenomena terjadinya gerhana dua kali dalam bulan yang saja, yaitu pada Januari. Gerhana tersebut terjadi pada awal dan akhir Januari.

Kemudian, kata dia, istilah bloodmoon itu merujuk pada penampakan bulan yang cenderung berwarna merah. Warna merah darah itu terjadi saat bulan memasuki area bayangan bumi di bagian umbra atau ketika gerhana bulan total memasuki fase puncaknya.

Dia mengatakan gerhana bulan total itu umumnya membuat penampakan bulan di langit gelap sepenuhnya. Akan tetapi, fenomena bulan pada Rabu petang saat gerhana bulan total itu akan berwarna merah dan itu jarang terjadi.

Editor : Nazaruli