• News

  • Hankam

KSAL: Berenang Lintasi Selat Sunda, Bukti Ketangguhan Prajurit Marinir

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi.
Reportasenews
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi.

BAKAUHENI, NNC - Renang merupakan kemampuan dasar bagi prajurit TNI Angkatan Laut (AL). Sebab itu lomba renang melintasi Selat Sunda merupakan pembuktian ketangguhan prajurit marinir. 

Hal itu seperti disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi.

"Renang merupakan 'makanan sehari-hari' bagi pasukan marinir maupun pelaut lainnya. Karena menjadi dasar kompetensi mereka ketika masuk Angkatan Laut," kata Laksamana Ade Supandi, di Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (2/3/2018) malam.

KSAL menyebutkan, berenang melintasi Selat Sunda sejauh 39 kilometer itu juga sebagai pembuktian ketangguhan prajurit-prajurit marinir.

"Prajurit marinir harus berkarakter maritim dan berenang melintasi Selat Sunda merupakan perwujudan dari karakter tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan lomba renang dan lomba dayung melintasi Selat Sunda, tak hanya untuk pembuktian kemampuan individu tetapi juga kelompok.

Di sisi lain, Ade menjelaskan laut di Tanah Air memiliki potensi sumber daya yang cukup banyak sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.

"Potensi laut dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Pada acara itu hadir Dankomar Mayjen Bambang Suswantono, pejabat lain di lingkungan TNI AL, anggota DPR RI, Kapolda Lampung Irjen Suntana, dan pejabat fokorpimda lainnya.

Peserta, memulai pertandingan pada Jumat sekitar pukul 21.30 WIB dan diperkirakan finis sekitar pukul 09.00-11.00 WIB pada Sabtu (3/3/2018).

Ia menjelaskan sebanyak 300 peserta renang itu berasal dari berbagai kesatuan Korps Marinir, dan umum (terbatas/seleksi).

Lomba renang tersebut, lanjutnya, terbagi dalam dua gelombang dengan selisih waktu 10 menit.

Selain itu, kegiatan lain dalam rangka HUT-ke 72 Korps Marinir berupa lomba dayung melintasi Selat Sunda, dengan peserta sebanyak 576 pendayung terbagi atas 72 tim.

"Masing-masing tim terdiri atas delapan atlet, dan pesertanya juga sebagian besar marinir," ujarnya.

Hadiah untuk juara pertama berenang melintasi Selat Sunda berupa piala, sertifikat, dan mobil. Juara kedua piala, sertifikat, dan mobil, sedangkan juara ketiga piala, sertifikat, dan sepeda motor.

Sedangkan, juara pertama untuk lomba dayung mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp100 juta. Juara kedua piala, sertifikat, dan uang pembinaan Rp75 juta, serta juara ketiga memperoleh piala, sertifikat, dan uang senilai Rp50 juta.

Editor : Nazaruli