• News

  • Nasional

Dikabarkan Bebas Bersyarat, Partai Gerindra ‘Tutup Pintu‘ untuk Ahok

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria
Netralnews/Adiel
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria

JAKARTA, NNC - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut, partainya bukanlah tempat yang tepat bagi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu disampaikan Riza saat ditanya soal ada tidaknya peluang bagi Ahok bergabung di Partai Gerindra setelah menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

"Saya kira tempat yang pas buat Pak Ahok bukan di Partai Gerindra," kata Riza di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, mantan Bupati Belitung Timur itu tau harus kemana ia akan bergabung. Namun demikian ia tak menyebut nama parpol yang cocok buat Ahok. "Saya kira Ahok mengerti dimana tempat yang pas buat Pak Ahok ya," ungkapnya.

Sementara soal kabar yang menyebut Ahok akan bebas bersyarat pada Agustus 2018 mendatang, Riza mengatakan,  seorang narapidana telah menjalani hukuman sesuai aturan yang berlaku, maka tidak boleh ada pihak yang mengintervensi, baik itu menambah ataupun mengurangi masa hukuman.

"Setiap warga negara harus menjalani hukum yang diterimanya, termasuk Pak Ahok. Tentu hukum ini kan ada sistem, ada mekanismenya," ujar anggota DPR itu.

"Kalau sudah sampai pada waktunya bebas bersyarat ya harus bebas ya. Tidak mungkin ditambah-tambah atau dikurang-kurangi. Jadi semua sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada," tandasnya.

Seperti diketahui, Ahok divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang putusan kasus penistaan agama pada (9/5/2017) lalu.

Hakim menilai Ahok terbukti bersalah dan melanggar Pasal 156a KUHP atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Setelah menjalani hukuman sekitar 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mantan Bupati Belitung Timur itu dikabarkan akan bebas bersyarat pada Agustus 2018.

Kabar tersebut dibenarkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami. "Beliau sebenarnya bisa PB (pembebasan bersyarat) pada bulan Agustus," katanya dihubungi wartawan, Rabu (11/7/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya