• News

  • Nasional

Mendagri Kecewa dengan Kelakuan Bupati Ogan Ilir

Ilustrasi narkoba (solopos.com)
Ilustrasi narkoba (solopos.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku kecewa dengan kelakukan Bupati Ogan Ilir, AW Nofiadi Marwadi. Ia pun mengaku pertimbangkan penghentian dari jabatan.

Pasalnya, bupati kelahiran 1988 itu ditangkap Badan Narkotika Nasional ( BNN) Provinsi Sumatera Selatan saat pesta sabu bersama tiga orang lainnya.

"(Peristiwa itu) menyedihkan dan mengecewakan," ujar Tjahjo dalam pesan singkat, Senin (14/3/2016).

Politikus PDIP itu kecewa, lantaran AW Nofiadi selaku kepala daerah seharusnya memberi contoh kepada masyarakat di daerah yang dipimpinnya. Namun, bupati yang baru dilantik pada 17 Februari 2016 itu malah bertingkah negatif.

Dia pun mengapresiasi langkah BNN dalam peristiwa ini. Apalagi, AW Nofiadi sudah diincar sejak 3 bulan lalu.‎ Karena itu, Tjahjo kan mempertimbangkan untuk mengusulkan kepada Presiden guna pemberian sanksi berat kepada AW Nofiadi, yakni ancaman pemecatan sebagai Bupati Ogan Ilir.

"Saya sebagai Mendagri mempertimbangkan untuk diusulkan diberhentikan saja dari jabatannya sebagai kepala daerah," ucap Tjahjo.

‎Sebelumnya, BNN Provinsi Sumsel menangkap Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Marwadi saat tengah berpesta sabu di rumah pribadinya di Jalan Musyawarah III, Kelurahan Karanganyar Gandus, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Minggu 13 Maret 2016 pukul 18.30 WIB.

Bupati muda kelahiran 1988 itu ditangkap bersama MU (tangan kanan bupati), DA (PNS Dinkes Kaputan Ogan Kemering Ulu Timur), dan JU (security rumah pribadi bupati).

Dari keempatnya memang tidak ditemukan barang bukti sabu maupun alat hisap atau boong. Namun berdasarkan tes urin, keempatnya terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Penangkapan ini berawal dari diamankannya seorang pria berinisial ICN alias FA alias ICL. Dia diduga sebagai pengedar narkoba. PNS di salah satu rumah sakit jiwa di Palembang itu mengaku sering memasok narkoba kepada AW Nofiadi.‎

Editor : Firman Qusnulyakin