• News

  • inspirasi1menit

KPK Periksa Tiga Tersangka Kasus Suap Terkait Putusan Kasasi MA

Ilustrasi Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS -  Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus mendalami kasus dugaan suap permintaan penundaan pemberian salinan putusan kasasi perkara korupsi Direktur PT Citra Gading Asritama, Ichsan Suaidi di Mahkamah Agung (MA).

Untuk itu, penyidik lembaga antirasuah itu memeriksa tiga tersangka kasus ini, yakni Kasubdit Kasasi dan PK Pranata Perdata MA nonaktif, Andri Tristianto Sutrisna, Ichsan Suaidi dan pengacaranya, Awang Lazuardi Embat.

"Iya, mereka akan diperiksa masing-masing sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, di Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2016).

Selain ketiganya, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan koordinator data panitera MA RI, Asep Nursobah sebagai saksi untuk kasus suap ini

Seperti diketahui, kasus ini terkuak saat Andri tertangkap tangan usai menerima uang Rp400 juta dari Direktur PT Citra Gading Asritama, Ichsan Suaidi lewat pengacaranya, Awang Lazuardi Embat dikediamannya. Saat itu, penyidik KPK turut menyita sebuah koper yang berisi uang Rp500 juta.

Mereka bertiga langsung ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan intensif. Ichsan dan Awang diduga sebagai pemberi suap. Sementara Andri diduga penerima suap dalam dugaan penundaan pemberian salinan putusan kasasi terkait perkara Ichsan.

Ichsan dan Awang selaku pemberi suap diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Andri selaku pihak yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : Firman Qusnulyakin
Editor : Firman Qusnulyakin