• News

  • Peristiwa

Mgr Ignatius Suharyo: Vatikan Akui Indonesia Miliki Gereja yang Hidup

Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo.
kaj.or.id
Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, Indonesia dan Vatikan memiliki hubungan yang baik. Salah satu hubungan baik ditunjukkan dengan pengakuan Vatikan atas kemerdekaan Indonesia sejak 1946 dan adanya Duta Besar (Dubes) antara kedua negara.

Menurut Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini, relasi yang baik ingin ditegaskan kembali dengan pengangkatan Kardinal asal Indonesia.

Diakui Mgr Suharyo, dirinya bukanlah Kardinal pertama asal Indonesia dan ditunjuknya dirinya sebagai Kardinal bukanlah suatu prestasi melainkan pengakuan Vatikan atas Gereja Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pengakuan oleh Vatikan, Gereja Indonesia adalah gereja yang hidup," kata Mgr Suharyo saat Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Seperti diketahui, selain Mgr Suharyo ada 12 Kardinal lain yang dipilih Paus Fransiskus, diantaranya dari Eropa, Amerika, Afrika, dan satu-satunya dari Asia adalah Mgr Suharyo. Berbeda dengan di Benua lain, Gereja Katolik di Asia tumbuh subur, namun bukan karena jumlah penganutnya melainkan gereja yang hadir di tengah masyarakat seperti yang dicita-citakan oleh Konsili Vatikan II.

"Ada tamu dari Eropa lihat gereja di sini (Katedral Jakarta), misa ekaristi ada sampai tujuh kali dan kehadirannya penuh. Itu satu contoh," jelas dia.

Lebih lanjut Mgr Suharyo membagikan kisahnya pada Juli lalu dirinya berkunjung ke Roma. Saat itu dirinya datang ke salah satu gereja untuk merayakan salah satu hari hari raya besar Umat Katolik, yakni Pentakosta.

Mgr Suharyo mengaku menghitung jumlah umat yang hadir Misa, yakni hanya berkisar 20 orang saja. Kolektenya pun terlihat sedikit, dengan nominal uang-uang koin. "Bisa dibayangkan dinamika gereja itu seperti apa," sambung dia.

Mgr Suharyo sendiri mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus dan Pimpinan Vatikan menerangkan bahwa Gereja Katolik sangat menghargai harmoni kehidupan lintas iman masyarat Indonesia.

"Ada usaha bagi Vatikan semakin memahami Indonesia, negara penduduk muslim besar di dunia. Vatikan juga ingin mengenal lebih baik Islam Indonesia," kata Mgr Suharyo.

Kehidupan harmonis Bangsa Indonesia lantas dinilai mampu menjadi tempat belajar negara-negara dan komunitas lain bahwa perbedaan mampu memperkaya sejarah.

"Pelantikan sebagai Kardinal dipahami dengan penuh syukur bukan karena saya tapi karena Gereja katolik di Indonesia dan penghargaan realitas kehidupan di Indonesia yang dapat diusahakan terus menerus," ujar Mgr Suharyo yang akan dilantik pada 5 Oktober 2019 mendatang.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P